Bemomio Berikan Solusi Cegah Keguguran dalam Kehamilan

Kasus keguguran biasanya akan terjadi pada awal kehamilan atau saat usia kandungan belum menginjak dua puluh minggu. Sebagian kasus besar keguguran terjadi pada awal kehamilan, terkadang bahkan sebelum seorang wanita mengetahui bahwa dirinya sudah hamil. Tingkat kejadian keguguran di Indonesia bisa dikatakan masih cukup tinggi yakni berkisar 10-15% dari 5 juta kehamilan per tahun.

Dikutip dari jurnal U.S. National Institute for Health and Care Research, keguguran dapat menyebabkan trauma dan masalah kesehatan mental pada calon ibu.

Menurut data dari jurnal tersebut hampir 1 dari 3 ibu keguguran akan mengalami PTSD (Post Traumatic Stress Disorder).

Kecemasan dan mengalami depresi adalah gejala yang paling umum terlihat jika seorang ibu sudah mengalami hal tersebut. Keguguran juga dapat menyebabkan risiko komplikasi seperti muntah, demam, perdarahan, sakit perut, bahkan kemungkinan akan mengalami anemia.

Keguguran juga dapat berisiko menimbulkan infeksi akibat sisa jaringan tubuh janin yang masih tertinggal di dalam rahim. Sehingga wanita yang mengalami hal tak mengenakkan tersebut, diharuskan untuk mendapatkan perawatan khusus selama masa pemulihan.

Ada beberapa penyebab yang harus wanita waspadai, penyebab yang paling utama yakni keguguran spontan pada kehamilan awal. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan adanya kelainan genetik pada janin, namun ada beberapa penyebab lain yang wanita harus waspadai, di antaranya: gangguan pada rahim seperti bentuk rahim, luka pada rahim, adanya miom, atau rahim yang lemah. Selanjutnya juga adanya gangguan hormon misalnya seperti penyakit tiroid atau PCOS.

Ada faktor risiko yang dapat memperbesar peluang untuk keguguran, salah satunya yaitu wanita yang sudah berusia lebih dari tiga puluh lima tahun. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko keguguran sebanyak 50%. Juga, dikarenakan pola hidup yang tidak baik seperti merokok, alkohol, dan obesitas.

Dalam banyak kasus, keguguran tidak dapat dicegah. Meski begitu Bunda masih tetap bisa menghindari hal-hal yang menyebabkan terjadinya keguguran, salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat. Tak hanya itu saja, mengonsumsi makanan bergizi dan selalu konsumsi buah dan sayur juga akan berpengaruh terhadap perkembangan janin.

Pada dasarnya untuk mencegah keguguran, kondisi rahim harus kuat sehingga janin bisa melekat kuat pada dinding rahim. Kemampuan perlekatan janin pada dinding rahim menjadi salah satu faktor keberhasilan kehamilan. Dua hormon yang berperan dalam menguatkan kandungan ada hormon estrogen dan progesterone.

Ada beberapa studi menunjukan bahwa aliran darah yang menuju ke rahim secara tidak lancar, akan mengakibatkan dinding rahim gagal menebal sehingga sulit terjadi perlekatan janin. Sehingga dibutuhkan nutrisi untuk mempersiapkan dan menguatkan dinding rahim agar siap menerima janin yang telah dibuahi.

Jadi, hidup menjalankan pola hidup sehat dan rajin memakan sayur-sayuran hingga memakan buah-buahan masih belum cukup untuk membantu menguatkan rahim dan mencegah keguguran. Para wanita disarankan untuk mengonsumsi suplemen herbal untuk dapat membantu menguatkan rahim dan mencegah keguguran.

“Suplemen herbal yang dapat membantu para wanita untuk menguatkan rahim dan mencegah keguguran adalah Bemomio. Mengonsumsi Bemomio merupakan cara terbaik untuk menutrisi tubuh dan meningkatkan sirkulasi darah. Dalam kandungan produk Bemomio, terdapat bahan-bahan alami seperti madu hutan, temulawak, minyak zaitun, buah zuriat, dan daun sendok,” ujar Fatimah Hasnaa, Juru Bicara Tim Riset Bemomio dalam siaran pers (17/10/2023).

Bahan alami yang terkandung dalam Bemomio dipercaya dapat membantu para wanita untuk menguatkan rahim serta mencegah keguguran. “Bahan alami temulawak yang terdapat di Bemomio, dapat menjaga keseimbangan hormon reproduksi sehingga dapat menguatkan rahim, dan menguatkan dinding rahim untuk perlekatan janin,” lanjut Fatimah.

Minyak Zaitun juga dapat meningkatkan ketebalan dan menutrisi dinding rahim, meningkatkan ekspresi hormon pertumbuhan pada dinding rahim dan melindunginya dari kerusakan akibat inflamasi.

“Bemomio tak hanya bermanfaat untuk membantu menguatkan rahim dan mencegah keguguran saja. Produk Bemomio juga dapat bermanfaat bagi wanita yang sudah mengalami keguguran. Karena dalam kandungan Bemomio terdapat bahan alami seperti madu hutan, daun sendok dan buah zuria. Bahan-bahan tersebut dipercaya untuk meredakan peradangan pasca keguguran, meredakan nyeri, mencegah gangguan imun,” ungkap Fatimah. Selain itu, dapat mencegah stres oksidatif yang dapat menggangu kemampuan perlekatan dinding rahim, serta meningkatkan pertumbuhan sel dinding rahim.

Swa.co.id

# Tag