Benesse Targetkan 20 Ribu Subscriber Kodomo Challenge

Daisuke Okada Presiden Direktur PT Benesse Indonesia (kiri)

Benesse Corporation, perusahaan pendidikan asal Jepang, menghadirkan Kodomo Challenge. Ini  program edukasi untuk mendampingi orang tua dalam mengoptimalkan perkembangan anak usia dini.

Program ini menggunakan sistem berlangganan dengan paket yang dikirimkan ke rumah setiap bulan. Kodomo Challenge dirancang agar anak dan orang tua dapat belajar sambil bermain bersama menggunakan media multiplatform, yaitu Buku Bergambar, Mainan Edukasi, serta Video Edukasi.

Edukasi Kodomo Challenge dikliam manajemen perusahaan yang sudah berdiri sejak tahun 1955 itu, sudah merambah ke Taiwan, Tiongkok, dan Korea Selatan. Menurut Daisuke Okada, Presiden Direktur PT Benesse Indonesia, Benesse artinya well being yang diambil dari bahasa latin dengan visi memberikan dukungan dan menjalani hidup dengan optimis demi mewujudkan mimpi dan cita-cita.

“Pendapatan kami ditopang dari empat bisnis yaitu pendidikan di Jepang, pengembangan bisnis di luar Jepang, perawatan lansia dan daycare dan lembaga bahasa. Total pendapatan dari keempat bisnis tersebut per Maret tahun lalu 430 miliar  Yen atau setara dengan Rp 54 triliun,” ujarnya di Jakarta (5/5/2018). Ia menjelaskan,  sumber pendapatan terbesar diperoleh dari bisnis pendidikan berbasis korespendensi yang terbesar dan  dukungan sekolah. “Bisnis pendidikan berbasis korespondensi dari mulai pra sekolah hingga lanjutan, terutama bagi yang ingin memberikan pendidikan terbaik di Jepang. Agar anak-anak di kota dan desa memiliki materi pendidikan yang sama. Total 2,45 juta orang setiap bulan atau 13% dari populasi Jepang yang menggunakan Benesse,” terangnya.

Benesse juga telah memiliki lembaga riset yaitu BERD (Benesse Educational Research and Development) sejak 1985 yang merupakan lembaga penelitian dan survei yang behubungan dengan pola pendidikan, pola pengasuhan guru dan wali, kondisi anak sejak pra sekolah hingga mahasiswa dan menginformasikan hasilnya pada masyarakat. “Salah satu hasilnya adalah Kodomo Challenge,” ungkapnya. Kini, setiap bulan 2 juta anak belajar dengan Kodomo Challenge.

“Dengan pengalaman selama 60 tahun lebih mengembangkan pendidikan di Jepang, Benesse  memahami betapa pentingnya periode perkembangan anak usia dini yang akan mempengaruhi kehidupan mereka pada masa depan. Kami bekerja sama dengan para ahli Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk menyusun program edukasi yang seimbang dan komprehensif sesuai dengan perkembangan anak Indonesia. Kodomo Challenge ingin mengampanyekan kepada orang tua untuk menikmati waktu berkualitas sambil membangun motivasi dan kepercayaan diri anak,” ujar Okada.

Tahun 2018,  Benesse serius menggarap pasar Indonesia. Ia meyakini peluang di Indonesia sangat besar, selain populasi yang sangat besar serta luas, menurut riset pasar yang dilakukannya Indonesia mengalami pertumbuhan biaya pendidikan yang sangat besar sekitar 50% tiap tahun. Untuk itu Benesse menggandeng rekanan dari PT Multifortuna Sinardelta untuk distribusi produk pendidikan Kodomo Challenge ini.

“Saya melihat Kodomo Challage seperti melihat masa depan, karena Kodomo Challenge mengajak orang tua terlibat dalam tumbuh kembang anak melalui paket-paket yang dihadirkanya,” kata Janki Cahyadi, Direktur Divisi Lifestyle PT Mutifortuna Sinardelta.

Kodomo Challenge membidik segmen pasar keluarga kelas B dan A dengan paket Rp 396 ribu per bulan. “Kami memiliki kampanye baru dengan mencoba satu bulan dulu dengan mendaftar di website Benesse,  jika langganan 6 bulan ada diskon 8% sedang yang belangganan setahun diskonnya 33%. Dan kami menyediakan cicilan untuk yang berlangganan setahun dari total harga Rp3.168.000,” kata Senior Marketing Manager PT Benesse Indonesia, Takashi Kimura.

Untuk membangun awareness, Kodomo Challenge memiliki  beberapa acara anak-anak ,seperti Dunia Anak dan MNC Kids serta di kanal Youtube dengan Shimajiro show setiap minggu. “Kami juga akan adakan Shimajiro show di mal serta GMC Tower Jalan Tb. Simatupang Jakarta,” tutur Kimura. Shimajiro adalah karakter edukatif nomor satu di Jepang yang berperan sebagai teman belajar anak. Bersama Shimajiro, rasa ingin tahu dan motivasi anak akan meningkat. Misalnya, saat anak sedang susah makan, orang tua bisa menjadikan Shimajiro sebagai contoh sehingga anak termotivasi untuk makan.

“Kami secara rutin mengadakan acara Kodomo Challenge Touch & Try. Acara ini diperuntukkan bagi keluarga yang ingin mengenal lebih jauh program Kodomo Challenge. Di sana mereka bisa mendapat informasi lengkap seputar Kodomo Challenge, mencoba isi paket Kodomo Challenge, berkonsultasi dengan tim edukasi, serta menyaksikan pertunjukan spesial dari Shimajiro. Dalam rangka merayakan ulang tahun Shimajiro, kami menyelenggarakan Kodomo Challenge Touch & Try, Spesial Ulang Tahun Shimajiro,” imbuh Kimura.

Ketua Asosiasi Pendidikan Guru PAUD, Dr. Sofia Hartati., M.Si memaparkan bahwa periode golden age (5 tahun pertama dalam kehidupan anak) merupakan tahapan terpenting dalam perkembangan fisik, intelektual, emosional, dan sosial. Oleh karena itu, orang tua perlu mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan menyediakan lingkungan yang mampu menstimulasi rasa ingin tahu mereka dan memberikan berbagai pengalaman yang menyenangkan.

“Bermain adalah cara anak usia dini dalam belajar tentang dunianya. Melalui bermain, anak belajar untuk mengembangkan berbagai macam kemampuan yang akan bermanfaat untuk menjalani dunia akademisnya nanti, seperti kemampuan motorik kasar, motorik halus, personal dan sosial, serta kognitif,” ujar Nadya Pramesrani, M.Psi, Psi, psikolog keluarga yang juga Co-founder Rumah Dandelion.

Saat ini, Kodomo Challenge tersedia dalam dua pilihan program, Toddler (untuk anak usia 1-2 tahun) dan Playgroup (untuk anak usia 2-3 tahun). Metode pembelajaran yang disediakan oleh Kodomo Challenge memiliki tiga keunggulan. Pertama, menggunakan pendekatan multi-platform, dengan video, buku bergambar, dan mainan yang terintegrasi satu sama lain. Kedua, kurikulum dan materi yang sesuai dengan perkembangan usia anak. Ketiga, menghadirkan sosok learning buddy, Shimajiro.

Sebagai langkah awalnya di Indonesia, Benesse baru saja memperkenalkan progam pendidikan Kodomo Challenge untuk anak 1-3 tahun di pasar Indonesia. Okada menargetkan untuk tahun pertamanya di Indonesia, bisa diraih 10-20 ribu subscriber Kodomo Challenge, target yang sama dicanangkan setiap Benesse masuk ke negara-negara baru. “Untuk pasar Indonesia, setidaknya 150 ribu orang bisa belajar dengan Kodomo Challenge pada 5 tahun mendatang,” ungkapnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!