BenQ Garap Pasar B2B Sektor Pendidikan dan Korporasi

Andryanto C. Wijaya, Direktur Pengelola PT BenQ Teknologi Indonesia,

Produsen solusi display visual, BenQ, meluncurkan produk baru, yakni Interactive Flat Panel (IFP) RP Series Germ-Resistant and Smart Eye-Care (65’’ RP650IK, 70’’ RP750IK, dan RP860IK) dan jajaran lengkap proyektor seri Laser Dustproof seri 4K, Short Throw, Ultra Short Throw, sampai Fixed Lens, yang dilucurkan secara bersamaan dengan generasi terbaru dari Wireless Presentation Device InstaShow WDC20.

Dalam acara peluncuran, Andryanto C. Wijaya, Direktur Pengelola PT BenQ Teknologi Indonesia, mengutarakan bahwa BenQ yang selama ini banyak bergerak di segmen B2C, menyatakan kesiapannya menggarap segmen B2B, khususnya sektor pendidikan dan korporasi. Andryanto mengatakan bahwa jajaran produk terbarunya ini mampu memenuhi kebutuhan kedua sektor tersebut.

“Sekarang kami mencoba enhance bisnis di B2B yang fokus di dua industri di korporasi dan edukasi. Korporasi sangat luas, apapun industrinya di zaman sekarang mereka membutuhkan smart meeting room. Jadi kalau di korporasi kami melihatnya bisnis proses secara horizontal, sementara secara vertikalnya di edukasi. Populasi anak muda akan semakin banyak dan pemerintah akan banyak invetasi di pendidikan. Dalam waktu dekat ini kami menyasar sekolah-sekolah swasta.” ujar Andryanto.

Sebagai diferensiasi di antara merek lain, dalam produk ini disematkan teknologi yang hanya dimiliki BenQ yang cocok bagi meeting room dan ruang kelas yaitu Air Quality Sensor yang mampu mendeteksi intensitas CO2 di dalam ruangan.

“BenQ memahami kualitas udara yang mempengaruhi konsentrasi dan kinerja orang-orang. IFP RP Series terbaru ini menggabungkan sensor air-quality untuk membantu memantau tingkat konsentrasi CO2, ada mode rendah, moderat, tinggi atau sangat tinggi pada halamana depan IFP. Komitmen kami adalah menghadirkan produk yang komparatif bukan kompetitif, kami selalu ingin menyediakan teknologi yang human-centric,” jelasnya.

BenQ saat ini memiliki market share terbesar untuk 4K Projector di Kawasan Asia Pasifik sebesar 38% di mana Indonesia sebesar 50%. Sementara itu untuk IFP nomor 4 di Indonesia sebesar 12%. “Kami sudah nomor 1 di DLP Tech di 4K resolution. Kalau untuk IFP saat ini nomor 4 karena memang baru mulai tahun lalu. Dengan memfokuskan di dua industri ini saya yakin IFP kami bisa menjadi nomor satu pada tahun depan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)