Beradapasi Jadi Kunci Tren Kerja Masa Kini

Beradaptasi menjadi kata kunci dalam tren kerja masa kini agar tetap relevan dan mampu menarik perhatian generasi mendatang. Dan merekrut calon karyawan bukanlah perkara mudah di era digital saat ini. Sementara keberhasilan perusahaan tidak bisa lepas dari kualitas karyawan yang terlibat di dalamnya. Terkait hal itu, Bizcom Indonesia, komunitas pelaku bisnis dan investor menggelar acara bertema “Team Building, Culture, and Recruitment” di Jakarta.

Acara bulanan yang ke-18 kalinya ini mempertemukan pelaku bisnis, investor, akademisi, dan lainnya dan menghadirkan pembicara para profesional yang telah berpengalaman dalam isu tersebut. Sendra Wong, CEO Bizcom, mengatakan, acara ini dimaksudkan sebagai wadah bagi para pelaku bisnis dan investor untuk berdiskusi tak hanya melulu soal bisnis dan invesrasi, tetapi juga memberikan sudut pandang lain tentang sumber daya manusia.

“Ini adalah gathering kami yang ke-18. Kali ini topik Sumber Daya Manusia (SDM) di era digital cocok bagi bisnis owner dan investor. Topik ini juga merupakan permintaan dari para pelaku bisnis yang tergabung di komunitas kami,” ujarnya (30/8/2018).

Dalam acara tersebut, Monica Oudang, Chief HR Go-Jek, memaparkan pandangannya bahwa tempat kerja harus melakukan transformasi untuk mengakomodasi pendatang baru yang akan bergabung dari berbagai generasi.“Kecerdasan, fleksibilitas, dan keahlian dalam teknologi merupakan poin penting untuk menarik dan mempertahankan mereka. Terobosan ini harus diimplementasikan dalam setiap kegiatan human resources, mulai dari perekrutan hingga pembelajaran untuk bekerja,” tuturnya.

Selain Monica, sejumlah panelis diskusi antara lain Purwanto selaku Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Keuangan RI, Veronika Linardi selaku CEO Qerja, Ripy Mangkoesoebroto selaku Former Chief HR Officer Indosat Ooredoo sekaligus CEO dan Co-Founder 3V Company, Protus Tanuhandaru selaku CEO KaryaOne Progresstech, dan Nigel
Hembrow selaku CEO Astronaut.

Sampai saat ini Bizcom telah memiliki 2.500 anggota yang tergabung di komunitasnya. Sejak berdiri pada Maret 2017, Bizcom berfokus pada sektor agribisnis. Setiap pihak yang ingin bergabung sebagai anggota tetap dikenakan iuran pertahun sebagai komitmen bersama untuk investasi di bidang agrikultur dan pengembangan pengusaha kecil khususnya petani. “Rencananya gathering selanjutnya akan membahas mengenai blockchain,” ujar Sendra menambahkan.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)