Berbagai Alternatif Untuk Membuat Disinfektan di Rumah

Tidak terasa, pandemi telah berlangsung hampir satu tahun lamanya. Banyak hal yang sudah menjadi kebiasaan kita yang disesuaikan dengan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Selain itu, kesadaran untuk menjaga kesehatan juga meningkat, setelah habis berpergian atau saat menerima paket kiriman, kita cenderung menyemprotkan barang-barang dari luar dengan disinfektan.

Kebutuhan terhadap disinfektan meningkat, sehingga hal ini mempengaruhi harga di pasaran. Sehingga beberapa orang mencoba untuk membuat cairan disinfektan sendiri dengan beberapa bahan yang sudah tersedia di rumah. Meskipun hal ini terlihat lebih praktis dan ekonomis, perlu diperhatikan cara pembuatan dan penggunaan agar tidak menjadi berbahaya.

Berikut bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat disinfektan. Pertama, cairan pemutih. Cairan  ini biasanya memiliki kandungan natrium hipoklorit yang terbukti ampuh dan efektif dianggap ampuh dalam membunuh bakteri dan mikroorganisme spektrum luas. Selain untuk membersihkan rumah dan toilet, natrium hipoklorit juga dipercaya untuk membersihkan bahan makanan.

“Kita bisa menggunakan cairan pemutih untuk membuat disinfeksi, dengan menyampurkan dua sendok makan cairan pemutih atau 20 ml di dalam satu liter air. Namun, perlu diketahui bahwa cairan pemutih bersifat kaustik, artinya dapat menimbulkan iritasi dan kerusakan pada kulit. Selain itu, penggunaan cairan pemutih yang salah juga dapat menimbulkan uap yang berisiko mematikan,” jelas Sanie Aulia, Marketing Communication Manager Iuiga Indonesia.

Bahan kedua adalah karbol. Cairan ini biasanya menggunakan senyawa benzalkonium klorida. Senyawa ini diketahui efektif bekerja menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan virus.  Juga banyak digunakan untuk membersihkan luka dan bisa mencegah terjadinya infeksi. Untuk pembuatan disinfektan, hanya dengan mencampurkan dua sedok makan karbol atau 35 ml ke dalam satu liter air. Namun, penggunaan benzalkonium klorida yang berlebih sangat berbahaya. Maka tetap harus mengecek kandungan benzalkonium klorida pada kemasan karbol, dengan dosis 0,13%.

Alkohol 70% menjadi bahan ketiga dalam pembuatan disinfektan. Bahan aktif lain seperti hidrogen peroksida dan etil alkohol (etanol). Karena dua bahan tersebut terbukti efektif membasmi bakteri dan virus, namun memiliki toksisitas yang terbatas dibandingkan dengan bahan aktif lainnya. Cara membuatnya dengan mencampurkan dua pertiga etil alcohol/ alkohol isopropyl/ etanol dengan sepertiga air. Pastikan Alkohol yang digunakan memiliki presentase 70%

Keempat, bahannya garam dan sinar matahari. Selain senyawa di atas, kita juga bisa membuat disinfektan dengan bahan yang lebih alami yaitu melakukan elektrolasi pada larutan air + garam menggunakan sinar matahari. Dari proses ini, larutan yang dihasilkan mengandung NaClo atau Sodium Hypochlorite. Namun senyawa yang dihasilkan merupakan campuran terbaik. Selain biaya yang lebih hemat, mudah untuk digunakan, aman dan terbukti efektif menghilangkan bakteri dan virus.

“Sekarang ini, sudah banyak yang menjual alat elektroliser yang memungkinkan untuk membuat disinfektan hanya dengan air dan garam. Namun, saat kita membeli alat ini, pastikan alat yang dibeli memiliki sertifikasi lab untuk anti bakteri dan virus,” ujar  Sanie menambahkan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)