Berhasil Tangani Inflasi, Sulbar Raih Hadiah Rp 40 Miliar

TPID Sulbar raih peringkat ketujuh nasional dalam penanganan inflasi. Atas raihan ini, pemerintah pusat memberikan hadiah Rp 40 miliar. (Dok Pemprov Sulbar)

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil menekan laju inflasi di daerahnya. Berdasarkan hasil evaluasi inflasi daerah tahun 2022, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) berhasil menempati peringkat ketujuh secara nasional dari 30 provinsi dalam hal penanganan tingkat inflasi.

"Seperti kita ketahui bahwa daerah kita ini termasuk daerah yang cukup bagus, kita urutan ketujuh dari 30 provinsi soal Penanganan Tingkat Inflasi dan alhamdulillah kita mendapatkan reward dana insentif daerah kurang lebih Rp 40 miliar dari pemerintah pusat," kata Sekprov Sulbar Muhammad Idris, dalam Rapat Evaluasi Kinerja TPID Sulbar di Rujab Sekprov Sulbar.

Mengenai rapat evaluasi TPID, Idris menuturkan, terdapat beberapa catatan yang menjadi fokus perhatian. Beberapa catatan tersebut yaitu, kesiapan dan sinergitas TPID dalam mempertahankan prestasi posisi tujuh nasional mengenai penanganan inflasi di tahun 2022. 

Sebanyak 166 pasar yang tersebar di seluruh kabupaten di Sulbar dinilai menjadi acuan untuk mengefektifkan mengurangi tingkat inflasi. Selain itu juga menjadi informasi fluktuatif harga kebutuhan pokok yang berimplikasi terhadap inflasi.

"Dari 166 pasar yang ada, selama ini kita jadikan sebagai sumber informasi fluktuatif. Ini juga salah satu inovasi kita bersama yaitu melibatkan pasar sebagai salah satu informan fungsi untuk menyampaikan kepada tim sebagai bahan evaluasi kedepan," ujar idris 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) perekonomian Sulawesi Barat triwulan III-2022 yang diukur dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 13,57 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai 8,51 triliun rupiah. Ekonomi Sulawesi Barat triwulan III-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 3,39 persen jika dibanding dengan triwulan III-2021 (y-on-y).

Peningkatan penciptaan nilai tambah terjadi pada sebagian besar kategori lapangan usaha. Sumber pertumbuhan ekonomi terbesar terjadi pada kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sementara dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar berasal dari komponen pengeluaran konsumsi pemerintah.

Ekonomi Sulawesi Barat triwulan III-2022 mengalami pertumbuhan 0,10 persen dibanding triwulan II-2022 (q-to-q). Jika ditinjau dari sisi lapangan usaha, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada kategori industri pengolahan. Jika ditinjau dari sisi pengeluaran, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar yaitu komponen pengeluaran konsumsi pemerintah. Ekonomi Sulawesi Barat secara kumulatif pada triwulan III-2022 (kumulatif triwulan I, II, dan III tahun 2022) mengalami pertumbuhan sebesar 2,11 persen jika dibandingkan dengan kumulatif triwulan III-2021 (c-to-c).

Pada Oktober 2022, inflasi Sulbar tercatat sebesar 5,26% atau berada pada urutan ke enam terendah se-Nasional, capaian tersebut terpantau lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 5,71%. Meski demikian, capaian inflasi Sulbar pada bulan Oktober 2022, masih diatas rentang target 3%.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)