BFI Finance Tingkatkan Kualitas SDM Lewat BATC

Alexander Ekanayake, Chief Technology Officer (CTO) PT BFI Finance Indonesia Tbk.

Berdasarkan data Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), saat ini kebutuhan tenaga kerja digital mencapai 600 ribu orang setiap tahun, dan kebutuhan tersebut masih belum dapat dipenuhi seluruhnya.

Tingginya permintaan itu tidak hanya berasal dari perusahaan teknologi dan startup, tapi juga dari berbagai perusahaan yang melakukan transformasi ke arah digital. Bahkan diperkirakan pada 2030, kebutuhan SDM di bidang ini jumlahnya akan mencapai 17 juta orang.

Hal tersebut disampaikan Alexander Ekanayake, Chief Technology Officer (CTO) PT BFI Finance Indonesia Tbk dalam acara “BFI Agile Thought Community (BATC) Meetup” di BSD, Tangerang Selatan pada Selasa (03/12/2019). Kegiatan yang baru digelar pertama kali ini merupakan bagian dari komitmen BFI Finance dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi di Indonesia.

"Melihat perkembangan ekonomi digital yang melaju dengan sangat pesat menuntut kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas dengan jumlah yang besar. Oleh karenanya BFI Finance turut berupaya memenuhi kebutuhan tersebut dengan mengadakan berbagai program peningkatan kualitas SDM dibidang teknologi informasi, salah satunya BATC," kata Alexander.

Salah satu metode yang dibahas dalam BATC adalah “Scrum”, merupakan metode pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan prinsip-prinsip pendekatan Agile Framework yang bertumpu pada kekuatan kolaborasi tim, incremental product, dan proses iterasi untuk mewujudkan hasil akhir. Teknik scrum dapat membantu dalam pengembangan software yang kompleks. Metode kerja ini dapat membuat pekerjaan menjadi lebih tertata dan lebih detail dengan memprioritaskan kerja sama tim untuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas.

“Melalui kegiatan ini, BFI Finance ingin menginspirasi orang lain dengan memberikan semangat inovasi perusahaan dan menularkannya kepada komunitas sekitar sebagai perusahaan pembiayaan yang bertransformasi ke digital,” kata Alexander.

Adapun peserta yang hadir berasal dari berbagai komunitas scrum, perusahaan startup, para mahasiswa dari berbagai kampus di Tangerang Selatan, hingga masyarakat umum yang memiliki keingintahuan mengenai Agile Framework. BFI Finance juga menggandeng Joshua Partogi, Professional Scrum Master dan trainer. Joshua berharap kegiatan ini dapat menyebarluaskan semangat Agile dalam mengembangkan software, mendirikan usaha, bahkan secara umum Agile mindset dalam bekerja.

Menurut Alexander, rencananya kegiatan ini akan digelar secara kontinu dengan mengundang berbagai pembicara. “Di Jakarta sudah ada beberapa komunitas Agile yang digagas oleh para praktisi IT, sedangkan di Tangerang Selatan ini belum ada. Diharapkan BFI Finance dapat menjadi tuan rumah pertama yang membentuk dan me-maintain komunitas Agile sehingga dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas SDM di wilayah ini,” ujar Alexander.

Saat ini, lanjut Alexander, BFI Finance juga terus melakukan inovasi-inovasi program untuk meningkatkan service excellence kepada konsumen dengan mengedepankan efisiensi, tingkat keakuratan dan keamanan yang tinggi, serta konsistensi memberikan pelayanan optimal.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)