BI Dorong Kopi Jadi Atraksi Pariwisata

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara

Sebagai regulator di bidang sistem pembayaran, termasuk pengaturan sistem pembayaran e-commerce, Bank Indonesia (BI) terus berupaya untuk mendorong pengembangan ekonomi digital melalui fasilitasi kegiatan sistem pembayaran. BI juga turut mendorong produksi UMKM agar dapat tersalurkan kepada konsumen bahkan menjadi komoditi ekspor, salah satunya kopi.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, menyampaikan, saat ini minum kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat. Oleh karena itu, kopi dapat menjadi atraksi untuk kegiatan pariwisata. Selain itu, kopi pun dapat meningkatkan aktivitas ekonomi UMKM, kedai kopi, warung kopi, atau pun restoran.

“Harapannya kita bisa meningkatkan turis masuk ke Indonesia, salah satu atraksi turis masuk ke Indonesia bisa saja dengan melihat kebun kopi. Jadi kopi sebagai bagian dari mata rantai atraksi pariwisata,” kata Mirza saat ditemui di acara BI Netifest 2019, Jumat (01/03/2019).

Namun, kata Mirza hal penting yang juga harus diperhatikan adalah bagaimana meningkatkan produksi kopi. Ia khawatir meningkatnya konsumsi kopi ini tidak diimbangi dengan meningkatnya produksi.

“Dalam jangka panjang bagaimana kita bisa melakukan peningkatan produksi, jangan sampai kita impor dan defisit kopi,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, BI juga mendorong masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk mengenali peluang ekonomi dan keuangan digital di Indonesia, antara lain melalui ide karya kreatif yang menginspirasi kalangan muda lainnya.

Dalam upaya mewadahi ide kreatif tersebut, BI telahmenyelenggarakan Video dan Blog Competition 2018, sebagai rangkaian BI Goes to Campus 2018 yang mengusung tema “Ekonomi Digital dan Perlindungan Konsumen”.

Kompetisi ini berlangsung sejak November hingga Desember 2018 dan telah menghasilkan karya sebanyak 642 artikel blog serta 452 video. Sebanyak 13 orang pemenang pun terpilih dengan kategori short movie, video, blog, dan animasi yang diumumkan saat acara puncak BI Netifest 2019 “Ekonomi Digital itu Kita Banget” di Museum Bank Indonesia. 

“Tema kegiatan BI Netifest 2019 sejalan dengan langkah Bank Indonesia untuk memperkuat kebijakan sistem pembayaran dalam mendukung Strategi Nasional Ekonomi dan Keuangan Digital, khususnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi defisit transaksi berjalan, yang pada tahun 2019 dapat diperkirakan menuju kisaran 2,5% dari PDB,” kata Mirza.

Sementara itu, berdasarkan riset McKinsey, ekonomi digital diproyeksikan menyumbang US$ 150 miliar ke PDB Indonesia pada 2025. Dengan pertumbuhan yang besar, ekonomi digital melahirkan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda di tengah perkembangan teknologi yang cukup pesat.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)