BI Dorong UMKM Go Global dan Go Digital

BI targetkan kenaikan pengunjung sebesar 20% pada pameran KKI 2019.

Bank Indonesia (BI) terus berkomitmen mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan kapasitas bisnis agar bisa menembus pasar ekspor. Dukungan itu direalisasikan melalui Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2019 yang akan digelar pada 12-14 Juli 2019 di Exhibition Hall A, Jakarta Convention Center.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI, Budi Hanoto, menyampaikan, pameran itu dilakukan untuk mendiseminasikan kebijakan dan peran BI dalam pengembangan UMKM Unggulan, dan sebagai ajang memperkenalkan dan mempromosikan produk UMKM Unggulan BI.

"KKI 2019 merupakan sebuah festival yang dirancang dengan format seperti sebuah resepsi atau sebuah selebrasi perayaan kesuksesan UMKM yang dari tahun ke tahun dibina BI di berbagai daerah," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, (09/07/2019).

Asal tahu, hingga Q1/2019 BI membina 898 pelaku UMKM dan mitra binaan di mana 401 pelaku masuk kriteria potensial, 51 pelaku sukses, 355 pelaku sudah go digital, dan 91 pelaku sudah ekspor. Dari total itu, yang berhasil lolos kurasi dan  bisa ikut berpartisipasi dalam pameran sebanyak 370 UMKM, terdiri dari 120 jenis kain tradisional atau pakaian jadi, 83 jenis produk kerajinan, dan 167 jenis produk kuliner olahan termasuk kopi.

BI pun menargetkan akan ada kenaikan jumlah pengunjung 20% dibandingkan tahun lalu atau tiap harinya bisa mencapai 4.000 pengunjung. Sementara untuk target transaksi, Budi tidak bisa menargetkan secara spesifik karena setiap tahun size dan temanya berbeda.

"Target penjualan pasti ada kenaikan, tahun sebelumnya penjualan di tempat mencapai miliaran tapi di bawah Rp 10 miliar. Namun, itu bukan target utama, yang penting ada relationship dan inspirasi bagi pelaku UMKM untuk menaikkan fokus bisnisnya," tambah Budi.

Berbeda dari tahun sebelumnya, KKI tahun ini akan memfasilitasi business matching (temu bisnis) antara pelaku UMKM dengan lembaga keuangan, marketplace, dan agregator/importir luar negeri.

Menurut Budi, tujuan dari temu bisnis ini untuk memberikan apresiasi dan menggalang komitmen dalam rangka pengembangan UMKM, antara lain dengan memperluas kesempatan UMKM dalam mendapatkan akses pembiayaan, kerja sama dan komitmen pemasaran produk UMKM untuk ekspor melalui agregator, serta pemanfaatan e-commerce.

Selain itu, ada pula business coaching yang menyediakan informasi dan konsultasi kepada pelaku bisnis, khususnya UMKM maupun calon pelaku bisnis mengenai persyaratan yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis melalui kegiatan ekspor, termasuk kemudahan bagi pelaku UMKM, serta mempertemukan UMKM dengan e-commerce dalam rangka perluasan akses pasar.

"Melalui kegiatan business coaching, pelaku UMKM diharapkan mendapatkan informasi, tips/trik, dan persyaratan agar dapat mengembangkan kapasitasnya untuk memperluas bisnisnya hingga ke pasar ekspor," kata Budi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)