BI: Harga Properti Residensial Triwulan III/2019 Masih Terbatas

Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) di pasar primer mengindikasikan pertumbuhan harga properti residensial pada triwulan III/2019 masih terbatas. Hal ini tercermin dari pertumbuhan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan III/2019 sebesar 0,50% (qtq) dibandingkan dengan 0,41% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Kenaikan harga properti disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan penambahan fasilitas umum pada perumahan yang dibangun.

Secara triwulanan, pertumbuhan harga properti residensial terjadi pada tipe rumah menengah dan besar masih relatif rendah, meskipun sedikit menguat dari triwulan sebelumnya. Pada triwulan III/2019, harga rumah tipe menengah meningkat dari 0,16% (qtq) menjadi 0,30% (qtq) dan rumah tipe besar meningkat 0,10% (qtq) menjadi 0,24% (qtq). Adapun pertumbuhan harga rumah tipe kecil relatif stabil sekitar 0,97% (qtq).

"Pada triwulan IV-2019, pertumbuhan IHPR diprakirakan sedikit melambat menjadi 0,45% (qtq)," ujar BI dalam keterangan pers, Senin (11/11/2019).

Di tengah pertumbuhan harga yang terbatas, penjualan properti residensial pada triwulan III/2019 tumbuh sebesar 16,18% (qtq), lebih tinggi dari kontraksi -15,90% (qtq) pada triwulan sebelumnya. Peningkatan penjualan properti residensial terutama didorong oleh kenaikan penjualan pada rumah tipe kecil dan tipe besar, sedangkan penjualan rumah tipe menengah masih terkontraksi.

Beberapa faktor yang menurut responden menjadi penghambat pertumbuhan penjualan properti residensial antara lain suku bunga KPR yang cukup tinggi, pengenaan proporsi uang muka yang tinggi oleh bank dalam pengajuan KPR, permasalahan pajak, serta perizinan/birokrasi dalam pengembangan lahan. Berdasarkan data laporan bulanan bank umum, rata-rata suku bungan KPR pada triwulan III/2019 sebesar 9,34%.

Hasil survei juga menunjukkan bahwa pembiayaan pembangunan properti residensial oleh pengembang masih ditopang oleh kemampuan finansial perusahaan, tercermin dari porsi penggunaan dana internal developer yang mencapai 60,44%. Sementara untuk pembelian properti residensial oleh konsumen, mayoritas (76,02%) menggunakan fasilitas KPR dari perbankan, 17,96% dengan tunai bertahap, dan 6,02% dengan tunai.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)