BI Prediksi Ekonomi Jakarta Naik 6,1-6,5% Tahun 2018


Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, Doni Joewono, mengatakan, industri pariwisata dan ekonomi kreatif perlu terus ditumbuhkembangkan di DKI Jakarta, karena diperkirakan akan menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi ibu kota setelah peran industri manufaktur terus menyusut.

"Selain itu peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam perekonomian perlu mendapat perhatian, mengingat sektor ini menyerap tenaga kerja cukup besar," ujar Doni kepada wartawan.

Hal tersebut disampaikan Doni dalam pertemuan tahunan BI DKI Jakarta yang dihadiri pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), anggota DPRD, pimpinan BUMD, dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Doni mengklaim, kegiatan ekonomi DKI Jakarta hingga kuartal III 2017 cukup menggeliat. Salah satu indikatornya, struktur pertumbuhan ekonomi Jakarta lebih merata dengan tidak hanya bertumpu pada konsumsi, tetapi juga oleh sektor produktif. "Dalam beberapa tahun ke depan, investasi akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jakarta," tambah Doni.

Menggeliatnya ekonomi Jakarta itu memberikan momentum untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Menurut Doni, momentum kebangkitan ekonomi saat ini harus dimanfaatkan dengan respon kebijakan yang tepat. Hal ini juga untuk memperkuat fase pemulihan ekonomi Jakarta dalam jangka pendek, kata Doni, dorongan terhadap investasi, khususnya kalangan swasta perlu dilakukan. Maka itu, BI DKI Jakarta melihat realisasi APBD Jakarta harus dipercepat. Peran Pusat Investasi Jakarta juga harus diperkuat.

BI DKI Jakarta memperkirakan pertumbuhan ekonomi Ibu Kota pada 2018 akan berada di rentang 6,1-6,5 persen. Pertumbuhan ekonomi Jakarta akan bersumber dari investasi dan ekspor, dan konsumsi rumah tangga.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)