BI: Transaksi GPN Meningkat 107,48% per Bulan

Sejak 3 Mei 2018 lalu, kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), program yang merupakan hasil kerja sama pemerintah dan Bank Indonesia (BI), sudah dapat dioperasikan penuh di Indonesia. Kartu debit berlogo GPN tersebut dikeluarkan oleh seluruh bank dan dapat digunakan untuk melakukan pembayaran di seluruh ATM serta terminal pembayaran dengan biaya rendah di Indonesia. Selain itu, khusus bagi penerima bantuan sosial pemerintah, tidak dikenakan biaya dalam pencairan.

GPN menjadi terobosan menghilangkan fragmentasi pembayaran ritel sehingga masyarakat bisa mengakses sistem pembayaran yang lebih efisien. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan akseptasi nasabah melalui kemudahan akses terhadap seluruh kanal pembayaran, serta bank tidak perlu berkompetisi dalam menyediakan infrastruktur kanal pembayaran sehingga lebih leluasa dan fokus meningkatkan layanan.

GPN adalah sistem yang terdiri atas standard, switching, dan services yang dibangun melalui seperangkat aturan untuk mengintegerasikan berbagai instrumen dalam kanal pembayaran. Standard memastikan semua proses bisa dilakukan, switching meneruskan data dari satu titik ke titik lain, dan service adalah pihak yang memastikan proses rekonsiliasi keliling berlangsung secara netral karena ini melibatkan banyak pihak. Dengan tiga fungsi tersebut, BI mengatur supaya ekosistem dalam retail payment system bisa saling terhubung melalui GPN.

Deputi Direktur Departemen Elektronifikasi dan Gebang Pembayaran Nasional, Aloysius Donanto, menjelaskan bahwa total transaksi GPN sejak Desember 2017 sampai saat ini terus meningkat sebesar 107,48% per bulan. Dari dari total 17 juta transaksi, porsi untuk transaksi antar bank berbeda (off-us) sebesar, 5% dan transaksi antara sesama bank (on-us) 95%.

Rata-rata transaksi harian debit domestik Rp 17 triliun per hari. “Sebelum GPN biaya transaksi on-us sebesar 0%, setelah GPN diatur menjadi transparan di titik 0,15%. Off-us 3% menjadi 1%. Kalau kita lihat potensi efisiensi, porsi transaksi debit transaksi domestik off us hanya Rp850 miliar, transaksi on-us Rp 16,15 triliun,” ungkapnya.

Bagi konsumen, ada beberapa keuntungan dalam menggunakan kartu GPN, di antaranya efisiensi serta penghematan biaya. Donanto menyatakan, “Dalam transaksi kartu debit melalui merchant on-us dan off-us kami atur untuk menjadi turun. Untuk transaksi on-us tidak selalu 0 persen, tergantung perjanjian merchant dan bank. Ada merchant tertentu sampai 3-4%, setelah GPN diset pada 0,15%. Untuk transaksi merchant regular off-us dari 3,5% kita atur jadi 1%.”

BI masih melakukan kampanye sosialisasi GPN. Pada batch pertama, ada 17 kantor BI yang melakukan kampanye secara bersamaan. Batch kedua ada 8 kantor, sementara batch ketiga dan keempat akan dilakukan bulan September dan Oktober.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)