Bidik Komunitas KPOP, Kunci Keberhasilan Kopi Chuseyo

Perkembangan bisnis kopi siap minum dan kedai kopi tumbuh pesat seiring dengan kebiasaan ngopi sambil kumpul bersama teman - teman, meningkatnya daya beli kaum menengah dan dominasi anak – anak muda dalam menikmati kopi menjadi faktor pendorong tumbuhnya bisnis ini. Beragam tema, dekorasi dan cara meracik kopi ditawarkan sebagai salah satu konsep pemasaran guna menarik pelanggan.

Di tengah maraknya kopi bertema cinta, Kopi Chuseyo hadir dengan mengangkat tema bernuansa Korea berjargon “The Only KPOP Hub in The Nation”. Kita tahu penggemar budaya Korea di Indonesia, baik drama, musik, makanan dan minuman semakin hari semakin bertambah. terutama penggemar musik Korea (KPoper). Munculnya nama – nama baru di blantika music Korea, ternyata juga diikuti dengan munculnya fanbase-fanbase baru di Indonesia.

Fokus membidik komunitas KPOP dan pecinta budaya Korea (Korean Wave), Daniel Hermansyah, Co-founder Kopi Chuseyo, mengatakan, fanbase KPOP dan komunitas pecinta budaya Korea merupakan market yang sangat menjanjikan karena jumlahnya berkembang sangat pesat dan dapat ditemukan di seluruh kota di Indonesia. Kegemaran mereka untuk mencoba hal – hal baru bernuansa Korea, memiliki loyalitas tinggi dan serta daya beli yang tinggi, mendorong di untuk menghadirkan kedai Kopi Chuseyo sebagai tempat nongkrong bareng sesama KPoper dan menyalurkan hobinya.

Dia bercerita, Kopi Chuseyo menyajikan beragam minuman dengan resep Korea, baik kopi maupun non-kopi. Untuk semua menu Kopi, Chuseyo hanya menggunakan espresso yang fresh brew tanpa proses penampungan, sehingga aman bagi lambung. Harga makanan dan minuman dibanderol Rp 19.000 hingga Rp 29.000 agar ramah dikantong semua kalangan.

Ternyata, animo masyarakat Jakarta dan sekitarnya antusias. Kopi Chuseyo langsung mendapatkan respons positif, setidaknya lebih dari 100 cup kopi per hari terjual. Jika ada kegiatan dari para komunitas pecinta budaya Korea, jumlah ini bisa meningkat berkali lipat. Sebelum pandemi COVID 19, sedikitnya ada 1 kali acara pertemuan setiap minggunya yang digelar oleh berbagai komunitas KPOP di semua cabang Kopi Chuseyo. "Hal ini sangat membantu kami membangun pasar sekaligus konsumen loyal Kopi Chuseyo. Terbukti di 5engah pandemi COVID-19, strategi ini nyata hasilnya," ujar dia.

Sejak awal dibuka tahun 2019, Kopi Chuseyo siap mengembangkan bisnis untuk memperluas pasar dengan menawarkan konsep kemitraan kepada investor atau mitra kerja. Sebab, konsep ini dinilai lebih mudah dan cepat dalam melakukan ekspansi bila dibandingkan dengan mengurus bisnis sendiri. Paket Investasi yang ditawarkan sebesar Rp 140 juta dengan benefit peralatan berupa seluruh mesin kopi, bahan baku, hingga proses perekrutan dan pelatihan barista.

Daniel Hermansyah, Co-founder Kopi Chuseyo mengatakan, kini pihaknya telah memiliki 14 cabang Chuseyo yang tersebar Jabotabek, Cirebon, Semarang, Jogja, Maggelang, Surabaya dan Banjarmasin. Bulan depan direncanakan buka di Samarinda. Selanjutnya, sedang mempersiapkan puluhan calon cabang baru yang sempat tertunda pembukaannya karena pengaruh pandemi. "Target kami, hingga akhir tahun 2020 bisa membuka lebih dari 40 cabang di berbagai wilayah di kota – kota besar di Indonesia," jelasnya.

Manajemen Chuseyo tidak mau terburu – buru membuka cabang baru bila lokasinya dinilai terlalu berdekatan dengan cabang yang sudah ada. Hal ini untuk menjaga profit mitra bisa maksimal.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)