Bijak Memilih Produk Penurun Panas bagi Si Kecil

Pemerintah telah melakukan biopsi terhadap jasad pasien gagal ginjal akut misterius. Terungkap kerusakan di ginjal pasien dipicu oleh cemaran etilen glikol (EG). Hasil biopsi merupakan pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium.

Menurut juru bicara Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) Mohammad Syahril, laporan ini didapat berdasarkan riset yang dilakukan pihaknya terkait toksinasi atau keracunan hingga kemungkinan infeksi patogen yang terdapat di pasien gagal ginjal akut misterius.

“Kita juga sudah melakukan biopsi pada ginjal anak-anak yang sudah meninggal dan ternyata terbukti bahwa ginjalnya memang ada kerusakan kelainan yang disebabkan oleh zat etilen glikol tadi, kata Syahril dalam  siaran pers di Jakarta (25/10/2022).

Pemerintah hingga ini masih melarang penjualan beberapa obat sirup di pasaran. Meski demikian, ada juga daftar obat sirup yang sudah diperbolehkan dikonsumsi oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Meski demikian, tetap saja orangtua harus waspada dan bijak memilih obat, apalagi memasuki musim pancaroba yang ditandai cuaca yang esktrem.

Ada sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai pada musim ekstrem ini seperti batuk, radang, flu dan diare. Biasanya ditandai adanya gejala panas, sumang dan demam. Menurut Frendi P Rachman, Marketing Manager PT Herba Group, saat ini orangtua harus siaga dalam mengantisipasi agar anak tidak sakit yakni dengan cara memberi asupan makanan yang bergizi dan vitamin yang cukup. Orangtua juga harus berjaga-jaga dengan menyediakan obat paracetamol penurun demam dan menyediakan alat pengukur temperatur, ujar Frendi.

Ada beberapa bentuk sediaan obat yang lazim untuk anak anak, biasanya berupa cairan/sirup, akan tetapi yang ternyata juga cukup banyak dipasaran ada bentuk sediaan puyer atau serbuk. Paracetamol dalam bentuk puyer adalah salah satu alternatif pengganti paracetamol sirup untuk mengatasi anak sumang atau demam lantaran aman, mudah dan higienis.

“Kalau flashback ke belakang sebenarnya orangtua kita dulu pada umumnya memberikan obat paracetamol pada si kecil dalam bentuk puyer, yang mana orangtua tentunya berpikir simpel. Puyer itu buat orangtua dahulu dipercaya mudah penggunaannya, cukup tuang puyer ke sendok lalu dicampur dengan madu dan sedikir air,” ujar Frendy.

Frendy pun mengimbau agar kosumen selalu waspada dan juga bijak memilih obat yang aman. Apalagi saat ini Kemenkes mengeluarkan pernyataan yang melarang peredaran obat paracetamol anak yang tercemar zat etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) karena diduga EG dan DEG bisa menyebabkan gagal ginjal pada anak.

Menurutnya, salah satu obat yang bisa digunakan adalah Puyer Anak Sumang. “Anak Sumang memiliki rasa original dan rasa jeruk yang tentunya disukai anak-anak. Kandungan paracetamol di setiap sachetnya adalah 150 mg. Anak Sumang sebagai analgesik dapat mengobati dan menurunkan demam, sakit kepala serta sakit gigi pada anak usia 2-12 tahun,” Frendy mengklaim.

Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)