Bisnis Apotek Online Lifepack Tumbuh 50% Setiap Bulan Selama Pandemi

Peningkatan pembelian obat ini tidak lepas dari menurunnya aktivitas luar ruangan yang dilakukan masyarakat

Pandemi virus Covid-19 di Indonesia masih belum menunjukan tanda-tanda penurunan kasus. Sejak kasus Corona pertama di Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu, pemerintah telah menerapkan berbagai strategi untuk meredam angka penyebaran, yaitu dengan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Baru-baru ini, menerapkan kembali PSBB untuk daerah Jawa & Bali. Dengan adanya pembatasan ini, tentunya aktivitas masyarakat masih terbatas, salah satunya adalah mendapatkan akses layanan kesehatan seperti membeli kebutuhan obat-obatan.

Hari Novferdianto, COO Lifepack & Jovee mengungkapkan, penerapan PSBB memberikan kontribusi positif terhadap layanan kesehatan secara online. “Aturan dalam pembatasan aktivitas  memerlukan solusi bagi masyarakat agar tetap bisa mengakses layanan kesehatan. Lifepack, apotek online pertama di Indonesia sebagai penyedia layanan obat lengkap memenuhi kebutuhan tersebut dengan memberikan inovasi layanan kesehatan pembelian obat secara online,” ungkap Hari.

Selama tahun 2020 ini, apotek online Lifepack mengalami pertumbuhan rata-rata bulanan peningkatan transaksi pembelian obat sebesar 50%. Peningkatan pembelian obat ini tidak lepas dari menurunnya aktivitas luar ruangan yang dilakukan masyarakat.

Merunut survei yang dikeluarkan oleh Bank DBS pada bulan Oktober 2020 kepada 545 responden menunjukan bahwa, 72% responden berencana untuk mengurangi aktivitas di luar rumah setelah pandemi Covid-19 berakhir. Adapun, 25% responden lainnya akan memiliki intensitas yang sama ketika di luar rumah, seperti sebelum pandemi. Sedangkan, 3% responden memilih untuk meningkatkan intensitas beraktivitas di luar rumah setelah pandemi.

Perubahan perilaku masyarakat mengalami pergeseran yang cukup signifikan akibat pandemi. Biasanya berbagai aktivitas di luar ruangan menjadi suatu hal yang biasa, sekarang masyarakat lebih memilih untuk tetap berada di rumah, dikarenakan alasan kesehatan menjadi yang paling penting.

Pilihan tetap berada di rumah adalah karena saat ini masyarakat tidak perlu khawatir lagi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, seperti halnya kebutuhan akses layanan kesehatan dari mulai menebus resep obat secara online, hingga dapat berkonsultasi dengan dokter tanpa harus keluar rumah. Selama pandemi ini ada tiga kategori obat dengan penjualan tertinggi yaitu obat pereda demam, penunjang imunitas tubuh, dan obat untuk mengatasi masalah pencernaan.

Hari menyebut Lifepack adalah apotek online pertama di Indonesia dengan spesialisasi penyakit kronis. Lifepack mengirimkan obat asli dengan harga lebih murah. Berbagai layanan kesehatan yang ditawarkan antara lain: peresepan obat, konsultasi dokter umum secara gratis, konsultasi dokter spesialis dengan harga terjangkau, dan kotak obat spesial (blister) untuk penderita penyakit kronis. Saat ini layanan apotek online Lifepack telah menjangkau seluruh Indonesia dan pembelian obat langsung dikirimkan langsung ke lokasi pasien.

“Ke depan, dengan semakin meningkatnya pembelian obat secara online, kami yakin pertumbuhan positif ini harus terus diimbangi dengan pelayanan yang terbaik, untuk itu kami akan menghadirkan inovasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” dia menuturkan.

Lifepack merupakan brand yang dimiliki dan dikelola oleh PT Indopasifik Teknologi Medika Indonesia. Aptek ini didukung oleh tim dokter dan apoteker yang berpengalaman. Fokus usahnya membantu pasien agar lebih mudah untuk mendapatkan obat, tidak perlu mengantri, mengatur jadwal konsumsi obat, atau kehabisan obat.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)