Bitcoin Bisa Jadi Pilihan Investasi Milenial

Potensi Bitcoin sebagai pilihan investasi

Generasi milenial kini sudah memasuki dunia kerja bahkan di antaranya sudah pada level manajer. Mereka mulai memikirkan bahwa pendapatannya bukan sekadar untuk konsumsi dan gaya hidup. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan data jumlah investor dalam kategori usia 18-25 tahun meningkat hingga 120,6% antara tahun 2016 dan 2018.

Pilihan instrumen investasi para minelial pun kini makin beragam, mulai dari yang tradisional seperti saham, obligasi, dan reksa dana, hingga instrumen baru yaitu mata uang kripto (cryptocurrency).

Sejak popularitasnya yang melambung pada tahun 2015, Bitcoin dikenal sebagai aset digital pertama yang menjadi pionir ekosistem cryptocurrency. Bitcoin adalah mata uang kripto yang tidak dikelola oleh bank atau agensi. Namun, semua transaksi Bitcoin tercatat dalam blockchain yang bersifat publik. Transaksi cryptocurrency diperjualbelikan dengan menggunakan akses ‘kunci’ yang bertindak selayaknya dompet.

Nilai dari Bitcoin terus meningkat dengan cepat, bahkan mencapai puncak tertinggi pada akhir tahun 2017, dimana valuasinya mencapai Rp275 juta (US$ 20.000) untuk 1 Bitcoin. Kajian CNN menilai Bitcoin sebagai instrumen investasi paling menguntungkan di dekade ini.

Hal inilah yang membuat Bitcoin sangat populer dan digemari kaum milenial. Menurut survei Harris Poll tahun 2019, 30% milenial lebih memilih investasi Bitcoin dibandingkan dengan obligasi pemerintah, 27% memilih Bitcoin daripada saham, dan 24% memilih Bitcoin daripada investasi properti. Selanjutnya, 20% dari responden mengaku telah memiliki Bitcoin dan 59% responden dari kalangan usia 18-34 tahun memiliki pandangan yang positif terhadap Bitcoin sebagai inovasi keuangan yang baru dan menjanjikan..

Kini, perdagangan cryptocurrency telah disertai dengan pengawasan dan kontrol regulasi oleh institusi keuangan dan badan pemerintah. Regulasi ketat ini ikut mendukung sisi keamanan dalam berinvestasi pada mata uang kripto.

Harga Bitcoin mulai mencapai titik stabil dan kemungkinan besar akan terus meningkat, seiring dengan momentum adopsi masal dari masyarakat. Sejauh ini, transaksi cryptocurrency digunakan untuk menggantikan metode transfer uang konvensional ke luar negeri. Beberapa perusahaan juga telah menerima metode pembayaran menggunakan mata uang kripto, dan tren baru ini diperkirakan akan terus bertumbuh di masa depan. Di fase ini, para investor dapat mengambil kesempatan untuk berinvestasi lebih awal. Sehingga, ketika Bitcoin diterima secara masal, investor dapat meraih profit tinggi. 

Bagi generasi muda Indonesia yang ingin melakukan investasi diBitcoin, perlu dicatat bahwa Bitcoin merupakan aset dengan kategori risiko tinggi (high risk). Pasar perdagangan cryptocurrency masih fluktuatif. Paul Veradittakit - seorang partner di perusahaan investasi Bitcoin, Pantera Capital - menyarankan para investor untuk mendiversifikasikan cryptocurrency mereka dan tidak menginvestasikan semua aset ke dalam satu tempat.

Diversifikasi aset semakin mudah dilakukan, terutama karena platform perdagangan cryptocurrency seperti CoinDeal menawarkan banyak pilihan crypto-pairs atau pasangan kripto. Para investor yang tertarik untuk membeli cryptocurrencypopuler seperti Ethereum, Bitcoin, Litecoin, dapat melakukannya dalam satu tempat, dengan berbagai pilihan dari mata uang fiat seperti Euro, US$, dan Poundsterling. 

“Saya tidak memiliki lisensi khusus untuk memberikan rekomendasi finansial, dan pernyataan saya jangan dijadikan acuan untuk melakukan investasi tertentu. Namun, secara historis, dua Bitcoin Halvings yang terakhir telah menghasilkan kenaikan harga yang signifikan. Menilai dari kinerja sebelumnya, menurut saya adanya penurunan block reward pada bulan Mei mendatang akan menyebabkan kenaikan harga Bitcoin yang cukup drastis,” kata Alex Strzesniewski, COO dari CoinDeal.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)