BKU Maritim Dorong Pembangunan Daerah Berbasis Ekonomi Kelautan

Sektor perikanan dinilai banyak menciptakan pengangguran di sejumlah wilayah pesisir. Pabrik-pabrik ikan di Bitung, Muara Baru, Belawan, Ambon dan Benoa pada kembang kempis karena kekurangan bahan baku. Dan problema bangsa sekarang yang paling akut dan kronis adalah pengangguran, kemiskinan dan lemahnya daya saing.

“Karena itu kami hadir mengajak seluruh komponen bangsa untuk berinvestasi, berproduksi dan berbisnis di bidang kelautan bidang kemaritiman, di bidang perikanan di seluruh tanah air Indonesia terutama di luar Jawa," kata Ketua Badan Kerja sama Usaha (BKU) Bidang Maritim di Kabupaten, Kota, Provinsi Indonesia, Rokhmin Dahuri, saat deklarasi di Jakarta (6/9).

???????????? ????????????

Kini, Indonesia sedang menghadapi masalah disparitas pembangunan antara Pulau Jawa dan Luar Jawa. “Jika investasi dan bisnis sudah dikembangkan di luar Jawa, kita akan lebih kompetitif. Karena itu niat kami menghimpun semua pihak bergabung dalam badan kerja sama usaha di bidang kemaritiman untuk membangun daerah berbasis ekonomi kelautan. Mudah-mudahan bisa menjadi mitra pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia,” Rokhmin menambahkan.

 

Terkait amnesti pajak, badan kerja sama ini sudah siap dengan bisnis plan atau rencana investasi di bidang kelautan di seluruh Indonesia. “Jadi ini ibarat pucuk dicita ulam tiba. Apa gunanya uang kembali ke Indonesia kalau nggak ada peluang bisnis dan peluang investasi konkrit,” cetusnya.

Tanpa investasi dan bisnis tentu tak akan ada lapangan kerja dan ini menyebakan tidak ada pertumbuhan ekonomi. “Karena itu tentu tidak akan ada peningkatan kesejahteraan. Sekali lagi, mudah-mudahan badan ini mendapat dukungan dari seluruh komponen bangsa terutama Pemda dan pemerintah pusat juga perbankan,” tandasnya.

Rokhmin menilai, ekonomi kelautan modalnya sedikit, tapi bisa menciptakan lapangan kerja yang pasarnya sangan besar. Jika masyarakat sudah tahu teknologinya, di perikanan budidaya, perikanan tangkap, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan yang sederhana serta transportasi Kelautan dan kepelabuhanan, sudah barang tentu anggota dari badan kerjasama investasi usaha kelautan ini juga akan bersinergi dengan pemerintah untuk membangun kawasan industri dan ekonomi di luar Jawa.

Badan ini juga bertekad menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Yang dimaksud poros maritim dunia adalah Indonesia menjadi negara maju adil makmur dan berdaulat dengan basis ekonomi kelautan, hankam dan budaya maritim. Wujud konkrit yang diinginkan, mentransformasi daerah-daerah pesisir pulau kecil di perbatasan yang sekarang terlihat senjang atau terbelakang dari kegiatan ekonomi umum, miskin, tidak makmur menjadi terbangun seperti Madinah Al Munawaroh, kota yang terbelakang menjadi kota yang gemerlapan dengan kesejahteraan kemajuan dalam pemerataan pendapatan.

“Ini kan baru deklarasi, tapi dapat kami sampaikan investor yang sudah terlihat adalah dari tiga tingkatan, yakni dari investor lokal, yaitu kabupaten provinsi dan yang lebih indah lagi adalah investor dari mancanegara yang sudah kontak kami mulai dari Korea, Inggris, China, Amerika Serikat dan dari Swiss,”Rokhmin menegaskan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)