BNI Asset Management Luncurkan Reksa Dana Indeks BNI-AM Nusantara ETF MSCI Indonesia

Reita Farianti, Direktur Utama PT BNI Asset Management.

PT BNI Asset Management meluncurkan Reksa Dana Indeks BNI-AM Nusantara ETF MSCI Indonesia Equity Index (XBNI), yakni reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia melalui pasar primer dan pasar sekunder. Pencatatan Perdana XBNI dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2018 di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan dikategorikan sebagai Reksa Dana Indeks ETF ke-4 yang dicatatkan di BEI sepanjang tahun 2018. Sementara itu, penawaran umum XBNI dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2018 di Gallery Bursa Efek Indonesia.

Reita Farianti, Direktur Utama BNI-AM, menjelaskan, tujuan diluncurkannya jenis XBNI ini adalah untuk mengakomodir kebutuhan investor yang menginginkan produk reksa dana yang aktif diperdagangkan dengan strategi investasi mengacu pada indeks tertentu yang ditransaksikan di Bursa efek. Untuk XBNI sendiri mengacu pada indeks MSCI Indonesia. Sedangkan tujuan lainnya adalah agar investor dapat memperoleh pertumbuhan investasi jangka panjang seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercermin melalui kinerja indeks MSCI Indonesia.

“Kami meluncurkan XBNI adalah untuk menyediakan varian produk bagi investor yang berminat pada investasi yang likuid dan dapat dicari di Bursa Efek Indonesia, karena XBNI ini diperdagangkan melalui pasar primer dan pasar sekunder di BEI,” kata Reita.

Dalam 25 tahun terakhir, Exchange Traded Fund (ETF) semakin populer sebagai sarana berinvestasi bagi investor institusi maupun perorangan. ETF pertama di dunia adalah S&P Depository Receipt Trust Series 1 yang diluncurkan pada tahun 1993 di Amerika Serikat. Reksa Dana ETF sudah diperdagangkan di Indonesia sejak tahun 2007. “Khusus untuk ETF dengan indeks acuan MSCI, yang sudah dikenal global, baru BNI- AM yang menerbitkan sehingga kami berharap ETF ini dapat menjadi pilihan investasi yang menarik di kategori reksa dana pasif,” tambah Reita.

Adapun indeks MSCI adalah indeks yang merepresentasikan kurang lebih 80% kapitalisasi pasar saham Indonesia dan memiliki free float yang tinggi. Kriteria ini ditetapkan oleh Morgan Stanley Capital International Limited (MSCI) yaitu suatu lembaga independen internasional penyedia jas analisis investasi. Sementara itu, saham-saham yang tercatat di Indeks MSCI Indonesia, untuk periode November 2017 hingga Mei 2018, terdiri dari 29 saham emiten berkapitalisasi besar dan yang memiliki likuiditas free float yang tinggi. Dimana saham-saham di indeks MSCI Indonesia ini banyak diperdagangkan oleh para fund manager global.

Setiap unit penyertaan reksa dana ini ditawarkan dengan harga yang sama dengan Nilai Aktiva Bersih awal yaitu sebesar Rp 1.000 pada tanggal penyerahan pertama kali yang ditetapkan BNI-AM sebagai manajer investasi penerbit reksa dana ETF MSCI Indonesia. “Bagi investor yang membeli produk reksa dana ini selanjutnya diinvestasikan ke portofolio dengan komposisi investasi minimum 80%-100% dari Nilai Aktiva Bersih yang ditempatkan pada 29 saham yang termasuk dalam indeks MSCI Indonesia, serta sisanya 0%-20% diinvestasikan pada instrumen pasar uang dalam negeri yang memiliki jatuh tempo tidak lebih dari 1 tahun atau deposito sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Keunggulan dari XBNI adalah memiliki diversifikasi saham sekaligus, karena terdiri dari 29 emiten yang masuk dalam indeks MSCI Indonesia. Kedua, dikelola oleh fund manager professional, dan memiliki standar seleksi internasional, serta terjangkau bagi investor ritel. Untuk pembelian di pasar primer, minimum transaksi adalah senilai 1 unit kreasi yang setara dengan 100.000 lembar unit penyertaan. Sementara pembelian di pasar sekunder dapat dilakukan mulai dari 1 lot atau setara dengan 100 lembar unit penyertaan.

Saat ini, untuk pembelian dan penjualan XBNI di pasar primer dapat dilakukan di dealer partisipant yaitu Indo Premier Sekuritas. Sedangkan untuk pembelian dan penjualan di pasar sekunder, dapat dilakukan melalui mekanisme perdagangan di BEI melalui perantara pedagang efek anggota bursa.

“Harapannya, peluncuran ini dapat memperkaya varian produk yang kami miliki dan dapat memberikan akses kepada segala lapisan investor untuk berinvestasi di produk pasar modal yang murah dan terjangkau, sehingga kami menyebutnya sebagai paket hemat investasi untuk mendapatkan imbal hasil optimal,” kata Reita menutup pembicaraan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!