Bobobox Tingkatkan Kualitas Tidur dan Berdayakan Warga Lokal | SWA.co.id

Bobobox Tingkatkan Kualitas Tidur dan Berdayakan Warga Lokal

Bobocabin oleh Bobobox. (dok Bobobox)

Bobobox, startup akomodasi berbasis teknologi, resmi meluncurkan laporan dampak atau Impact Report periode 2022 bertajuk Travel With a Purpose: Our Story Towards Impactful Experience. Laporan ini merupakan yang pertama kali dirilis oleh perusahaan guna menunjukkan komitmen Bobobox dalam mewujudkan misi keberlanjutan, serta inisiatif yang telah dilakukan untuk memberdayakan komunitas lokal dan mendorong inklusivitas.

Memasuki tahun ke-6 beroperasi, Bobobox terus ekspansi. Hingga saat ini, Bobobox memiliki 1.262 kamar yang tersebar di 28 lokasi di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara. Dengan rata-rata tingkat okupansi di angka 90%, Bobobox tidak hanya berfokus pada penyediaan akomodasi yang ramah kantong, tetapi juga mampu mempromosikan praktik keberlanjutan. 

Co-founder & CEO Bobobox Indra Gunawan menyampaikan, seiring dengan pertumbuhan perusahaan, pihaknya menyadari bahwa dampak Bobobox lebih dari sekedar memberikan fasilitas beristirahat yang nyaman bagi konsumen. Bobobox juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat di sekitar lokasi akomodasi. 

Berikut Impact Report Bobobox periode 2022: Travel With a Purpose: Our Story Towards Impactful Experience.

1.Tantangan milenial dan generasi Z dalam mengakses tidur berkualitas. Tidur adalah salah satu bentuk aktivitas yang memiliki hubungan erat dengan kondisi well-being seseorang. Namun, berbagai faktor menyebabkan kondisi tidur yang cukup dan berkualitas sulit untuk dicapai, terutama di kalangan Milenial dan Generasi Z. 

Survei yang dilakukan oleh Bobobox dan Konekta Consulting menunjukkan bahwa 80% responden dewasa mengungkapkan keinginan untuk meningkatkan kualitas tidur, namun 67% dari mereka belum bisa mencapai kondisi tidur yang ideal. Hal ini ditandai dengan seringnya frekuensi terbangun setidaknya sekali di tengah malam.

Temuan ini sejalan dengan studi Universitas Udayana pada tahun 2022, di mana prevalensi insomnia di kalangan masyarakat Indonesia mencapai sekitar 28 juta orang. Tentu ini merupakan kondisi yang memprihatinkan. Pasalnya, terdapat beberapa konsekuensi langsung dan tidak langsung yang dapat dialami individu ketika tidak mampu mencapai kondisi tidur yang optimal, mulai dari kondisi lelah fisik hingga mental. 

“Bobobox juga memiliki Quiet Hours atau waktu tenang demi mengurangi tingkat kebisingan dan menciptakan lingkungan tidur yang kondusif. Sistem ini dapat membantu kondisi tidur yang lebih nyaman oleh 89% responden. Beberapa fitur krusial lain juga turut mendukung terciptanya lingkungan tidur berkualitas,” ujarnya.

2. Memberdayakan komunitas dan talenta lokal. Sebagai negara yang kaya akan keindahan alam dan warisan budaya, Indonesia menyimpan potensi pariwisata yang tak terhingga, terlebih di daerah rural atau pedesaan. Ini juga berlaku di Cikole, yang merupakan lokasi pertama Bobocabin, hotel kabin berbasis teknologi yang dikembangkan oleh Bobobox. 

Sebelum Bobocabin Cikole hadir, Orchid Forest Cikole memiliki jumlah pengunjung tahunan di angka 1.637 pada tahun 2020. Namun, setelah diluncurkannya Bobocabin Cikole, jumlah pengunjung mengalami lonjakan yang luar biasa sebesar 9,7 kali pada tahun 2021 dan 11,5 kali pada tahun 2022.

Indra menjelaskan, Bobobox lewat Bobocabin menawarkan akomodasi unik yang menyatu dengan keindahan alam. Tidak hanya memperkenalkan titik pariwisata baru di Indonesia, Bobocabin juga berkomitmen memberi dampak yang lebih menyeluruh kepada masyarakat di sekitar wilayah operasinya dengan bermitra dengan UMKM lokal dan merekrut talenta lokal. 

“Untuk membangun ekosistem pariwisata yang mampu memberikan dampak positif yang lebih luas, Bobocabin dibangun dengan model bisnis yang unik, salah satunya dengan tidak membangun dapur komersial di dalam akomodasi seperti halnya hotel umumnya. Dengan demikian, Bobocabin memanfaatkan kerja sama dengan usaha setempat untuk menyediakan makanan, minuman dan aktivitas yang dapat dinikmati oleh turis yang menginap. Mereka yang tergabung ke dalam inisiatif ini disebut sebagai MitraBob,” ujarnya.

Salah satu MitraBob di Bobocabin Padusan, Mojokerto Dewi menuturkan sebelum bergabung dengan Bobobox, pendapatannya tidak menentu. Namun, sejak Bobocabin Padusan hadir dan memutuskan untuk bermitra dengan Bobocabin, omzetnya meningkat hingga 50%. “Saya juga diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai program pelatihan dan pengembangan usaha,” katanya.

Melalui inisiatif ini, Bobocabin tidak hanya fokus pada peningkatan omzet MitraBob tetapi juga memungkinkan UMKM lokal mengakses sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bisnis mereka. Kolaborasi yang dilakukan oleh Bobocabin juga turut diimplementasikan melalui penyerapan talenta lokal pada tiap-tiap lokasi operasional Bobocabin. 

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)