BPJamsostek Raih ”Gold Rank" di Ajang Asia Sustainability Reporting Rating 2019

Ki-ka: Michele Lemmens, Regional Head ASEAN Hub at Global Reporting Initiative (GRI); Evi Afiatin, Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK; Ali Darwin, Ketua NCSR

Setelah tahun lalu berhasil meraih penghargaan sebagai runner up pada kategori Best Goverment Institution Sustainability Report,  tahun  ini BPJS Ketenagakerjaan --BPJamsostek-- dinobatkan sebagai peraih Gold Rank pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT). Acara ini merupakan sebuah kegiatan penganugerahan penghargaan kepada lembaga yang telah berhasil mengkomunikasikan kinerja keberlanjutan kepada pemangku kepentingan melalui laporan berkelanjutan dengan baik. Ajang yang diprakarsai oleh National Center for Sustainability Reporting (NCSR) ini diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan Konferensi Praktisi Keberlanjutan (SPC) di Nusa Dua, Bali (23/11).

Sebanyak 50 lembaga dari 5 negara -- Malaysia, Singapura, Filipina, Bangladesh dan Indonesia-- turut memperebutkan penghargaan ASRRAT 2019. NCSR selaku penyelenggara menempatkan 50 asessor spesialis laporan keberlanjutan untuk memberikan penilaian kepada seluruh partisipan. Hasil penilaian bergantung pada  sebuah metodologi yang mengukur seberapa besar sebuah laporan menerapkan Global Reporting Initiative (GRI) Standard Guidelines dalam laporannya. GRI sendiri merupakan organisasi yang menyediakan kerangka kerja untuk pelaporan keberlanjutan yang dapat diadopsi oleh semua jenis organisasi di semua negara.

Ini adalah tahun kedua Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT), yang sebelumnya disebut Sustainability Reporting Awards (SRA) yang telah dihelat sejak tahun 2005.

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan, Evi Afiatin, usai menerima piala dari Michele Lemmens, Regional Head ASEAN Hub at Global Reporting Initiative (GRI), menuturkan bahwa pencapaian ini merupakan pengakuan institusi independen terhadap komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung tercapainya tujuan inisiatif SDGs, seperti mengurangi kemiskinan, menjamin dan meningkatkan kesejahteraan penduduk, mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, lapangan kerja yang penuh dan produktif,  serta untuk terus berupaya meningkatkan penyajian laporan keuangan dan laporan berkelanjutan yang transparan serta memenuhi standar global.

"Penghargaan ini adalah hasil dari proses penyusunan yang panjang dan penuh tantangan. Saya memberikan apresiasi atas kerja keras tim yang terlibat dalam proses pembuatan "Integrated Report" ini yang merupakan gabungan dari financial report dan sustainability report. Dengan "Integrated Report" kami berharap untuk dapat meningkatkan kultur "integrated thinking" dan meninggalkan kultur silo di institusi kami, terus berupaya untuk menghasilkan nilai tambah tidak hanya terhadap nilai ekonomi, tetapi juga terhadap nilai sosial, lingkungan, governance, yang keberlanjutan," ungkap Evi.

Lebih lanjut Evi mengungkapkan, SDGs walau belum menjadi kewajiban, tapi pihaknya berinisiatif memulai memicu mengikuti standar global ini dan sudah makin intens melaksanakan sebagai social protection untuk memitigasi resiko.

Sementara itu ketua NCSR DR Ali Darwin mengungkapkan, "Paling tidak ada tiga sinyal yang dapat ditangkap dari laporan keberlanjutan, pertama kinerja triple bottom line (ekonomi, lingkungan, dan sosial) perusahaan. Kedua, dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas perusahaan, dan ketiga, pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)"

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)