BPJS Ketenagakerjaan Integrasikan Layanan Contact Center

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan meresmikan layanan contact center terbaru yang bertempat di Gedung Infomedia, Jakarta. Layanan tersebut diberi nama CARE Contact Center.

Layanan contact center ini merupakan bentuk integrasi dari beberapa layanan yang sudah ada sebelumnya. Sejak tahun 2010, BPJS Ketenagakerjaan telah memiliki layanan Call Center melalui telepon, yang kemudian pada tahun 2015 berubah menjadi Contact Center 1500910. Kali ini BPJS Ketenagakerjaan meningkatkannya lagi dengan menyatukan semuanya dan menambahkan fitur yang lebih up to date.

Pendirian CARE Contact Center ini juga dilatarbelakangi oleh peningkatan signifikan jumlah telepon masuk yang rata-rata setiap tahunnya mencapai lebih dari 100%. M Krishna Syarif, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, menjelaskan layanan Contact Center tersebut merupakan integrasi berbagai layanan seperti inbound call, outbound call, pengaduan via email, dan media sosial seperti Facebook dan Twitter.

"Pada tahun ini, jenis layanan yang diberikan melalui Contact Center semakin lengkap dan terintegrasi. Konsep yang diusung dalam layanan Contact Center terbaru dari BPJS Ketenagakerjaan adalah CARE, yaitu Cepat, Andal, Responsif, dan Efisien. Kami mengharapkan layanan ini akan memenuhi kebutuhan informasi dan memberikan pengalaman layanan terbaik bagi masyarakat pekerja, khususnya peserta dan meningkatkan engagement mereka pada kami,” ungkap Krishna.

Jenis layanan yang dapat dilakukan oleh CARE Contact Center ini meliputi penyampaian informasi terkait empat program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan berbagai manfaat tambahan; yakni pinjaman KPR bunga ringan, renovasi rumah, informasi mitra Rumah Sakit yang bekerjasama, hingga diskon di merchant  kerjasama.

"Kami menerapkan KPI yang tinggi dan SLA yang terukur kepada pelaksana CARE Contact Center untuk memastikan layanan yang diberikan hanya layanan yang terbaik. Mulai dari layanan pengaduan, layanan informasi, hingga layanan permintaan seperti penggabungan saldo dan koreksi data tenaga kerja," tambah Krishna.

Agus Susanto, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, menjelaskan, pihaknya sedang terus berupaya mendekatkan layanannya kepada para peserta ataupun calon peserta. “Supaya masyarakat bisa mendapat informasi dengan tidak perlu repot datang ke kantor kami. Layanan call center kami yang sebelumnya hanya kotak suara, sekarang ditingkatkan ditambah ada kotak data, datanya diintegrasikan. Pelayanan kotak suaranya juga ditingkatkan untuk update informasi, pengaduan, dan update beberapa data transaksi,” ujarnya.

Agus juga menambahkan, sampai saat ini traffic contact center tersebut mencapai 40 ribu per hari. Sebesar 90% mengenai permintaan informasi, dengan mayoritas berasal dari peserta dalam negeri. BPJS Ketenagakerjaan sendiri saat ini memiliki dana kelola sebesar Rp 301 triliun dengan jumlah keanggotaan hingga saat ini sebanyak 24 juta.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)