BPKP Dukung Pulihkan Pariwisata Bali

Ketua BPKP Muhammad Yusuf Ateh

Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggelar Rapat Kerja (Raker)  di Laguna Resort Nusa Dua Bali, 20 -21 November 2020. Raker yang perdana digelar secara fisik ini, menurut Ketua BPKP Muhammad Yusuf Ateh, bertujuan memperkuat pengawasan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). Dihadiri Pejabat Eselon I, Kepala Perwakilan BPKP dari seluruh Provinsi di Indonesia dan jajarannya serta Pemprov Bali, raker ini menjadi wujud sinergi dan kolaborasi yang baik antara Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Pemerintah, menurut Ateh, telah menganggarkan Rp 695,2 triliun untuk PC-PEN. Dari pagu sebesar itu, sekitar Rp 3,3 triliun diberikan ke sektor pariwisata melalui berbagai skema. 

“BPKP juga berperan dalam mengawasi Dana Hibah pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan industri pariwisata. Dimana dana hibah pariwisata sebesar Rp 3,3 triliun itu merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digagas oleh pemerintah. Dengan demikian perlahan namun pasti aktivitas ekonomi diharapkan bisa pulih kembali dan daya beli masyarakat kembali meningkat seperti sedia kala", ungkap Ateh. 

Dipilihnya Bali sebagai lokasi untuk menggelar Raker BPKP menunjukkan sikap simpati dan empati dari pemerintah. Sebagai salah satu penyumbang devisa terbesar di Tanah Air, Bali menjadi yang paling terpukul karena pandemi virus corona. 

Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Bali, Muhammad Masykur, menyatakan kesiapan BPKP Perwakilan bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memberikan informasi kepada pelaku industri pariwisata seperti hotel dan restoran terkait dengan dana hibah pariwisata itu. Hal tersebut perlu dilakukan agar para pelaku industri yang berhak mendapatkan kucuran dana hibah itu dapat segera memanfaatkan guna membangkitkan sektor pariwisata.

“Kita bersama-sama akan mengawal dana hibah ini dari awal sampai dengan akhir, mulai dari rencana, proses, dan pelaksanaan agar tepat sasaran," ujarnya. Selama kegiatan berlangsung para peserta yang hadir benar-benar harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti, menggunakan masker, menjaga jarak dan menggunakan hand sanitizer. “Seluruh peserta yang hadir telah dilakukan swab test, setelah acara selesai para peserta juga akan kembali melakukan swab test sebelum kembali ke rumah masing-masing,” tambah Masykur.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)