Brand Perlu Lakukan Ini Menghadapi Dampak Wabah COVID-19

Aninditya Kumala Aprilia, CEO Hepi.Inc Communication Boutique

Sejak 15 Maret lalu,  Presiden Joko Widodo mendorong masyarakat turut membantu menekan laju penyebaran virus COVID-19 dengan mulai bekerja dan belajar di rumah dan  tidak melakukan kegiatan berkerumun atau physical distancing. Ini tentu banyak berpengaruh pada merek, dalam mengatur strategi komunikasi beradaptasi dengan kondisi yang berubah akibat wabah virus corona baru ini.

Aninditya Kumala Aprilia, CEO Hepi.Inc Communication Boutique, menyebut ada empat hal yang sebaiknya dilakukan oleh brand dalam menyiasati kondisi yang ada. Pertama, maksimalkan jaringan dan aset online yang dimiliki. Jika brand memiliki sosial media atau e-commerce bisa dimanfaatkan untuk tetap menjaga hubungan dan memberikan informasi kepada pelanggan. Selain itu, disaat maraknya himbauan untuk #dirumahaja dan #workfromhome tentunya pembelian secara online akan lebih memudahkan masyarakat.

Kedua, kondisi saat ini bukanlah saat yang tepat untuk berkompetisi. Ini saatnya untuk berkolaborasi dan bekerja sama melewati kondisi yang ada. Saat ini, yang menjadi top list pencarian masyarakat adalah produk untuk daya tahan tubuh serta produk sanitasi. Jika memanfaatkan peluang yang ada saat ini, bukan tidak mungkin kedua produk tersebut untuk berkolaborasi untuk memberikan manfaat yang lebih kepada para pelanggan.

“Dan ketiga, pastikan untuk tetap memprioritaskan internal stakeholder. Karena merekalah yang memiliki peran penting terhadap bisnis dan juga usaha yang dijalankan,” tegas wanita yang akrab disapa Agnes ini melalui wawancara khusus dengan SWA Online (30/03/2020).

Lalu yang keempat, menurut Agnes, apapun usaha yang dilakukan baik produk maupun jasa, tetap berikan pelayanan yang loyal kepada para pelanggan. Meskipun dalam kondisi yang sedang tidak baik, buatlah mereka yakin jika usaha yang dilakukan oleh brand adalah yang terbaik untuk mereka. Jika memang kondisi tidak memungkinkan, jelaskan kondisi yang sebenarnya sehingga pelanggan mampu memahami.

“Jangan panik, review kembali aset apa yang dimiliki dan bisa di-boosting. Dalam kondisi seperti ini kita harus yakin untuk keputusan mundur tiga langkah, agar bisa melompat yang lebih jauh. Karena pastinya akan ada beragam kebijakan yang muncul dalam kondisi seperti ini,” ujarnya ibu satu anak ini.

Untuk diketahui, Agnes telah lama berkiprah di dunia komunikasi, walau berlatar belakang Akademi Sekretaris Marsudirini Santa Maria Semarang. Sebelum mendirikan Hepi Inc. Pada 6 tahun lalu, ia berkecimpung di industri agrikultur, retail, media, hingga terakhir berkarya pada institusi bisnis yang berfokus pada bidang pendidikan.

Agnes kini mengelola sekitar 50 brand yang mempercayai konsultasi strategi komunikasinya di bawah Hepi Inc.  “Saya sangat mengerti bagaimana brand kesulitan untuk menghadapi situasi saat ini. Namun,  saya percaya bahwa dalam kondisi apapun, brand seharusnya cepat tanggap dalam menghadapi situasi yang ada,” tandasnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)