BreadnBeyond Kenalkan Cara Baru Pemasaran Lewat Animasi Video Explainer

Melihat peluang di masa depan, CEO & Founder BreadnBeyond Andre Oentoro membangun usahanya yang bergerak di layanan desain grafis. Awalnya Breadnbeyond melayani jasa desain logo, website, company profile, namun seiring beranjak waktu Breadnbeyond menjadi perusahaan animasi. Di tahun 2009, salah satu klien meminta Andre untuk dibuatkan sebuah animasi untuk keperluan rekrutmen mereka dan disitulah Andre melihat bahwa animasi memiliki banyak peluang dimasa depan.

Lulus dari jurusan Arsitektur Universitas Petra Surabaya tahun 2001, ia sempat bekerja selama 8 tahun di perusahaan kontraktor, sebelum akhirnya membangun bisnisnya sendiri. Bisnis yang dijalankan sekarang menawarkan jasa layanan video explainer untuk sebuah produk atau perusahaan dalam waktu satu menit. Video buatannya membantu orang untuk menjelaskan tentang profil perusahaan ke khalayak dengan cara yang fun. “Apabila ditinjau dari dunia marketing, salah satu tujuan marketing adalah meningkatkan conversion rate dan menekan acquisition cost. Video explainer yang kami buat membantu klien mencapai keduanya secara efektif,” ungkapnya.

Menurutnya, video explainer nantinya akan semakin meningkat dari waktu ke waktu, apalagi ditunjang dengan bandwith internet di Indonesia yang semakin cepat dan murah. Kemudahan akses video lewat mobile phone juga menjadi nilai tambah adanya video explainer ini. BreadnBeyond kini menjadi satu-satunya studio kreatif yang berfokus dalam pembuatan video explainer untuk klien mancanegara di Indonesia. BreadnBeyond berusaha memberikan layanan yang tepat sasaran sesuai dengan tujuan dan pesan yang ingin disampaikan kepada audience. Melibatkan klien dalam proses pembuatan video yang memakan waktu sekitar 25 hari kerja ini selalu dilakukan karena klienlah yang lebih paham mengenai produk mereka.

Target pasar yang disasar BreadnBeyond adalah semua perusahaan yang membutuhkan video animasi untuk mengenalkan produk atau perusahaan mereka. “Saya paham bahwa semua perusahaan membutuhkan video untuk marketing, tapi video animasi belum tentu sesuai untuk mereka karena beberapa faktor seperti usia, target audience, demografi, dan bagaimana mereka memposisikan produk mereka di pasar,” ungkapnya. Sekitar 70% klien BreadnBeyond ada di North America (Canada dan US), sedangkan sisanya di negara Eropa dan Australia. Indonesia dan Asia pada umumnya hanya sekitar 5% lebih. Bervariasinya perusahaan yang dipegang BreadnByond mulai dari perusahaan start-up baru berumur kurang dari satu tahun sampai dengan perusahaan internasional yang termasuk Fortune 500 seperti NetApp dan Accenture, serta lembaga keuangan internasional, seperti IFC (International Finance Corporation) dan World Bank Group.

Sejak 2008 Andre Oentoro membawa nama BreadnBeyond bersama sang istri, Melly Caroline Mintorogo. Mereka belum berniat untuk bermitra dalam bisnis yang telah dibangunnya. Selama ini mereka banyak berhubungan dengan voice actor dari manca negara, terutama Amerika Serikat untuk mengisi suara animasi kami. “Sejak awal, saya paham bahwa sentuhan manusia yang ada dalam video animasi kami adalah dari pengisi suara. Tanpa dukungan pengisi suara yang bagus, layanan kami tidak akan berkembang sampai seperti sekarang,” kata pria yang hobi mengoleksi action figure ini. Selain itu, ada beberapa agency luar negeri yang membutuhkan kompetensi BreadnBeyond ebagai animator di bidang video explainer.

Strategi pemasaran yang dilakukan BreadnBeyond awalnya dengan cara word of mouth lewat agency dan beberapa website, seperti Elance untuk reverse bidding proyek yang diminati. Kini BreadnBeyond melakukannya lebih bervariasi, mulai dari ads paid melalui internet, sponsorship, pameran, dan lain sebagainya. Hubungan dan komunikasi yang baik dengan klien dan disertai kualitas hasil pekerjaan yang bagus tetap mereka jaga. Usaha ini memberikan dampak positif pada banyaknya order yang merupakan hasil dari referral klien-klien yang puas dengan pekerjaan BreadnBeyond. “Karena kami menjual service, jadi yang kami terus kembangkan adalah kualitas layanan, baik dalam kualitas animasi maupun kualitas komunikasi kami dengan klien,” ujar pria kelahiran Surabaya.

Dinamisnya bidang animasi menuntut BreadnBeyond untuk selalu berinovasi dengan selalu up to date gaya animasi terbaru dan melakukan training pengembangan untuk animator. Baginya, dalam bisnis kreatif,  kualitas SDM menjadi hal penting. Peningkatan kualitas jajaran manajerial juga dilakukan dengan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan leadership dan strategi bisnis. BreadnBeyond juga bekerjasama dengan pihak lokal sebagai rekan untuk dapat lebih berkembang di negara lain. Dengan adanya partner loka yang lebih memahami seluk beluk perusahaan lokal yang ada.

Sejumlah perusahaan yang kini telah menggunakan video explainer sebagai media pemasaran, seperti BCA, Bank Mandiri, kantor pajak, advertisement billboard, dan juga digital start-up seperti Traveloka, Tokopedia, dan Gojek. ”Kedepan, saya melihat bahwa pasar video animasi ini akan terus bertumbuh, terutama di pasar lokal, di mana video explainer berbentuk animasi lebih mudah dibuat, lebih murah dibandingkan dengan video iklan yang menggunakan aktor sebagai pemeran utama, dan lebih mudah diterima dimana saja karena tidak ada unsur bias terhadap gender maupun SARA,” ia memaparkan.

Dengan pertumbuhan bisnis BreadnBeyond yang naik sebesar 25% dari tahun lalu, Andre yakin mengembangkan potensi usahanya ini di dalam negeri dan luar negeri. Ia berharap dapat bekerja sama dengan brand ternama di dalam negeri untuk membuat animation commercial untuk mereka. (Reportase: Anastasia Anggoro Sukmonowati)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)