BRI Siap Jadi The Best Digital Banking Services

Dunia digital mengubah pola bisnis dan ekonomi yang sudah terjadi selama bertahun-tahun. Salah satunya adalah Financial Technology (Fintech) yang kini mulai digandrungi para pebisnis. Bagi Asmawi Syam, Direktur Utama Bank BRI, ke depannya Fintech akan mempengaruhi  bisnis perbankan di Indonesia.

Asmawi Syam, Direktur Utama Bank BRI Asmawi Syam, Direktur Utama Bank BRI

“Kami menyadari ancaman terbesar perbankan adalah Fintech diikuti dengan crowdfunding, peer to peer landing, dll. Sebenarnya tidak hanya perbankan namun semua aktivitas ekonomi mendapatkan ancaman tersebut, kedepannya bank juga bisa ditinggalkan oleh nasabah karena mereka berpaling kepada fintech,” jelas Aswami.

Namun, hal tersebut justru membuat pihaknya berinisiatif untuk ikut masuk ke teknologi digital. Menurutnya, semakin cepat teknologi maka semakin pendek umur produktivitas manusia karena digantikan dengan teknologi. Ancaman ini datang dari generasi muda yang mulai mengalami perubahan gaya hidup.

Anak-anak muda ini menggunakan teknologi tidak hanya untuk berkomunikasi tapi juga berbelanja, berbisnis, dan mengatur kehidupan mereka. Bagi Asmawai anak-anak muda ini, memiliki masa depan sementara BRI memiliki masa lalu dan pengalaman dalam menjalani bisnis. Kedua hal ini dapat dijadikan sebagai suatu kekuatan unuk menghadapi ancaman Fintech.  BRI kini mulai menjalin kerja sama dengan generasi muda, dan menawarkan berbagai fasilitas yang ada. Selain itu, BRILink, juga semakin diperluas untuk mencegah masuknya para pesaing di pasar BRI.

“Kami benar-benar berupaya untuk menjaga target pasar, yaitu UMKM. Salah satu caranya dengan menggunakan sistem digital. Salah satunya adalah dengan membangun BRILink yang sudah ada di desa-desa,” jelasnya.

Saat ini agen BRILink sudah ada di 52.000 desa. Pihaknya menargetkan di 2016 akan ada agen BRILink di 75.000 desa seluruh Indonesia. Harapannya di setiap desa akan ada satu agen, ia cukup optimis bahwa perubahan ke sistem digital ini akan diterima masyarakat luas khususnya target pasar bank BRI.

Selain melalui BRILink, BRI juga akan memperluas akses digital mereka melauli satelit yang sudah diluncurkan sejak 18 Juni lalu. Salah satunya adalah dengan masuk ke pasar-pasar tradisional, Asmawi merencanakan bahwa nantinya, konsumen bisa memantau harga kebutuhan pokok melalui internet.

Tahun 2020, BRI menargetkan untuk bisa menjadi the best digital banking services, oleh karena itu ia mengaku telah menyiapkan mental digital tidak hanya kepada konsumen tetapi juga pada karyawan BRI. Nantinya setiap nasabah bisa melayani diri mereka sendiri secara digital, rencananya ia akan mendidik nasabah melalui customer experience agar semakin akrab dengan teknologi baru tersebut. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)