BRIlianpreneur Wadahi UMKM Potensi Ekspor

Sunarso, Direktur Utama BRI, menyampaikan sambutan pada acara BRIlianpreneur, Jum'at, 20 Desember 2019 di Jakarta

UMKM menjadi penggerak utama perekonomian nasional dalam hal struktur ekonomi, kontribusi terhadap PDB, dan penyerapan tenaga kerja. Hal tersebut menjadi tema besar paparan Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam BRIlianpreneur 2019 di Jakarta Convention Center, Jumat (20/12/2019).

Data dari Kemenperin menunjukkan UMKM menyerap 97,22% tenaga kerja, sementara menurut BPS sumbangsih UMKM terhadap PDB Indonesia besarannya 60%.

“Selain tenaga kerja dan PDB, persoalan saat ini adalah laju current account deficit (CAD) yang semakin terasa, sehingga memicu ketidakstabilan nilai tukar rupiah,” ujar Sunarso.

Kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih rendah yaitu 15,8% atau sekitar US$ 23 miliar dari total ekspor nonmigas. Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan negara Asean lainnya seperti Vietnam dan Thailand.  

Menteri Koperasi dan UKM, seperti yang dikutip dalam presentasi Sunarso, mengemukakan jumlah UMKM Indonesia yang berorientasi ekspor hanya sekitar 14,5% dari total unit usaha. Sementara, di China persentasenya sudah mencapai 70%.

“Sejauh ini, UMKM hanya memenuhi pasar domestik. Padahal ada
peluang yang luar biasa untuk mendukung UMKM menjadi eksportir dan bertempur di
pasar global,” kata Sunarso.

Padahal pelaku UMKM mendominasi jumlah unit usaha di Indonesia. Unit usaha mikro mengambil porsi 98,70% atau sekitar 62 juta unit, usaha kecil 1,20% atau sekitar 757 ribu, usaha menengah 0,09% atau 58 ribu, sementara unit besar hanya 0,01% atau 5.460 unit. Sedangkan pelaku usaha mikro yang menjadi nasabah BRI porsinya 96,87% atau 10 juta nasabah dari keseluruhan nasabah, usaha kecill 3,12% atau 337 ribu nasabah, usaha menengah 0,01% atau 667 nasabah, sementara unit usaha besar yaitu 0,003% atau 318 nasabah.

Besarnya perbedaan jumlah unit usaha mikro dan besar,
menurut Sunarso, menunjukkan sulitnya menaikkelaskan usaha mikro. Padahal
peranan UMKM dalam perekonomian nasional sangat besar potensinya. Upaya yang
dilakukan saat ini masih one fit for all dan
kurang efektif.

BRI telah memiliki aplikasi online di mana pelaku UMKM dapat mengisi data dan kuesioner untuk mengetahui status kelas usaha mereka. Untuk menyelesaikan persoalan bisnis yang dihadapi, pada aplikasi tersebut tersedia solusi berdasarkan kondisi pasar. Pelaku UMKM dapat pula mengisi self assessment untuk mendapatkan mentor dalam menaikkelaskan usahanya.

BRIlianpreneur UMKM Export hadir untuk mengisi peluang ekspor tersebut dengan cara mempertemukan pelaku UMKM dan potential buyer dari berbagai negara. Rangkaian kegiatannya yaitu berupa pameran, business matching, dan talkshow. Acara yang terselenggara dalam rangka ulang tahun Bank BRI ini berlangsung di JCC Senayan 20-22 Desember 2019.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)