Budi Sadikin & Tim Direksi Holding BUMN Tambang Paparkan 3 Rencana Besar BUMN Tambang di London

Press Briefing Holding BUMN Tambang di London. Dari kanan: Direktur Utama PT Antam, Arie Ariotedjo; Direktur Utama PT Inalum, Budi Sadikin; Direktur Eksekutif YIPA London, Steven Marcelino; Direktur Utama PT Timah, Riza Tabrani; Direktur Pelaksana PT Inalum, Oggy Kosasih.***

 

Direktur Utama PT Inalum, Budi Gunadi Sadikin, membawa rombongan seluruh pimpinan direksi Holding BUMN Tambang untuk dinas perdana ke London, Inggris. Perjalanan dinas ini dalam rangka penunjukan Indometal London Ltd. sebagai anak perusahaan bersama untuk melakukan pemasaran dan perdagangan produk tambang dan turunannya melalui London Metal Exchange (LME). Holding BUMN Tambang sendiri dibentuk secara resmi mengikuti PP no.47 tahun 2017, di mana PT Antam, PT Bukit Asam (PT BA), dan PT Timah menjadi anggota holding dengan PT Inalum sebagai induk perusahaan holding.

 

Dalam sesi Press Briefing bersama media internasional di London, Budi Sadikin mempaparkan tiga mandat utama untuk holding BUMN Tambang yaitu (1) Mengembangkan pasokan tambang secara strategis melalui eksplorasi maupun akuisisi, (2) Meningkatkan nilai tambah produk tambang melalui hilirisasi dan meningkatkan kandungan lokal, (3) Menjadi perusahaan Fortune 500 Global Company dengan brand yang kuat di mancanegara. Sesi Press Briefing -- yang dilaksanakan bersama Young Indonesian Professionals’ Association (YIPA) di London, Inggris -- juga membahas bagaimana laba dan pendapatan tambang holding jauh lebih baik dengan konsolidasi dan sinergi sehingga akses pendanaan kedepan akan lebih baik dan efisien. Sebagai gambaran, kinerja tahun ini, “Laba bersih dan EBITDA konsolidasi pada Holding BUMN Tambang masing-masing tumbuh 132% dan 99% atau sebesar Rp 2,9 triliun dan Rp 4,7 triliun di kuartal pertama tahun ini dibandingkan Rp 1,3 triliun dan Rp 2,4 triliun pada kuartal pertama 2017, yang ditopang dengan meningkatnya kinerja Antam dan PTBA,” ulas Rendi A. Witular, Kepala Komunikasi Korporat Inalum, pada 1 Juli 2018.

 

Langkah BUMN untuk menarik investasi di London melalui Komodo Bonds, yaitu surat hutang bermata uang Rupiah, juga dibahas. Komodo Bonds perdana yang diterbitkan oleh Jasa Marga di London Stock Exchange pada Desember 2017 lalu telah mencatat hasil oversubscribed sebanyak 4 kali dengan 7,5% kupon, yang bisa diartikan sebagai tingginya minat para investor. ”Komodo Bonds dapat membantu banyak BUMN untuk mengkases investasi asing dalam jumlah besar di London tanpa risiko pertukaran mata uang atau FX currency risk,” menurut Steven Marcelino, Direktur Eksekutif YIPA di London, yang juga sudah menggandeng London Stock Exchange untuk menyelenggarakan dialog dan resepsi bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Keuangan Inggris Phillip Hammond pada tanggal 19 Juni yang lalu.

 

Direktur Utama PT Timah, Riza Tabrani dan Direktur Utama PT Antam, Arie Prabowo juga mempaparkan prioritas strategis dan potensi sinergi dari holding BUMN Tambang, termasuk inisiatif hilirisasi yang dapat meningkatkan nilai tambah produk produk tambang. “Hilirisasi di industri pertambangan Indonesia penting untuk membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan meningkatkan nilai ekspor dari produk turunan tambang yang nilainya bisa melonjak 5 kali lipat dari bahan mentah nya,” tambah Budi Sadikin, yang sebelum menempati posisi direktur utama PT Inalum juga pernah sebagai Direktur Utama Bank Mandiri.

 

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di sektor keuangan, Budi Sadikin percaya bahwa Indonesia membutuhkan keseimbangan antara operasi upstream dan downstream sebagai hedging yang natural, didukung oleh anak perusahaan bersama di London untuk pemasaran dan perdagangan internasional.

YIPA yang berbasis di London mempromosikan hubungan bisnis dan investasi Indonesia dan Inggris melalui komunitas pemimpin masa depan Indonesia.***

 

Komunitas media internasional di London juga mendapatkan update tentang rencana divestasi untuk Freeport Indonesia dan tambang Grasberg dimana PT Inalum akan mengakuisi saham mayoritas sebesar 51% saham Freeport Indonesia. Bloomberg memperkirakan tambang di Grasberg memiliki nilai sekitar di USD 14 Milyar, karena tambang ini memiliki cadangan emas terbesar di dunia dan kedua terbesar untuk tembaga. Tambang Grasberg memberikan kontribusi sebesar 47% terhadap pendapatan Freeport Group di tahun 2017. Budi Sadikin yang bekerja cukup dekat dengan Kementrian Keuangan, Kementrian ESDM dan Kementrian BUMN dalam hal ini cukup optimis bahwa PT Inalum bisa menyelesaikan deal yang sangat kompleks dengan Freeport ini di tahun 2018.

 

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)