Buka Kantor Agen Baru, Zurich Ekspansi Bisnis di Yogyakarta

Zurich meresmikan pembukaan kantor keagenan kedua di Trihanggo, Sleman, Yogyakarta. Peresmian kantor keagenan ini sebagai salah satu realisasi strategi perusahaan untuk memperluas pasar di Jawa Tengah khususnya Yogyakarta, terutama melalui pengembangan jalur distribusi agen.

Sutikno Sjarif, Chief Strategy and Operating Officer Zurich Topas Life, berpendapat bahwa di Indonesia, agen masih menjadi garda terdepan yang menjembatani penyediaan akses serta edukasi asuransi kepada masyarakat.

“Hal ini yang menjadi alasan Zurich untuk mendirikan kantor keagenan kedua di Yogyakarta. Sejalan dengan fokus bisnis Zurich yang memperhatikan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2017, Yogyakarta dan Jawa Tengah memberikan kontribusi sekitar 15 persen terhadap total premi Zurich secara nasional. “Data ini memperlihatkan bahwa Jawa Tengah merupakan pasar yang menjanjikan. Potensinya masih sangat besar untuk dimaksimalkan. Kebutuhan asuransi yang meningkat didukung kesadaran berasuransi masyarakat Yogyakarta yang semakin tinggi menjadi faktor yang penting dalam mendukung tren tersebut,” tambahnya.

Saat ini bisnis asuransi jiwa Zurich memiliki lebih dari empat ribu agen aktif di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta berjumlah lebih dari 300 orang. Agus Swijono, Principal Kantor Agen Zurich Topas Life Yogyakarta, mengatakan, Pendirian kantor keagenan baru akan memperluas jangkauan dalam memperkenalkan asuransi.

“Dengan melihat kontribusi penjualan, kinerja agen-agen Zurich di Jawa Tengah sudah tidak diragukan lagi. Pendirian kantor keagenan baru ini akan memperkuat dan memperluas jangkauan kami dalam memperkenalkan asuransi ke masyarakat lebih luas,” ujarnya.

Dari segi target pasar, Zurich fokus pada segmentasi mass market, terutama milenial yang saat ini mendominasi lebih dari 50 persen dari total keseluruhan nasabah Zurich. Agus menjelaskan bahwa di kalangan ini, produk asuransi kesehatan masih menjadi salah satu produk yang paling tinggi peminatnya. “Asuransi kesehatan masih menjadi salah satu jenis produk unggulan Zurich dalam memperluas pasarnya di Jawa Tengah, khususnya Yogyakarta,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan, salah satu produk Zurich yang baru-baru ini diluncurkan adalah Zurich Pro-Care, produk yang dirancang untuk nasabah yang memiliki kebutuhan pemeriksaan kesehatan tingkat lanjut guna melindungi diri dari risiko seperti Penyakit Tidak Menular (PTM) yang membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

“Zurich Pro-Care menyediakan pilihan untuk melakukan pemeriksaan medis tahunan ke berbagai negara di dunia.  Zurich Pro-Care menawarkan cakupan pemeriksaan medis berkala sampai dengan Rp 50 juta, cukup tinggi dibandingkan produk sejenis di pasaran yang rata-rata memberikan cakupan hanya sampai Rp 15 juta,” terangnya.

Sementara itu, riset dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa pendapatan premi asuransi meningkat, tetapi angka penetrasi masih berada di 2,99% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Riset OJK pada 2016 juga menunjukkan penggunaan asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81 persen, yang artinya dari 100 penduduk di Indonesia baru 11 orang yang memiliki polis asuransi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)