Bukopin Targetkan 1.000 Agen B-Tunai di 2017

Ingin terus meningkatkan layanan kepada nasabahnya, Bank Bukopin merealisasikan penambahan jaringan Laku Pandai ke seluruh wilayah Indonesia. Bukopin sudah mengimplementasikan beberapa layanan pada agen B-Tunai hingga Mei 2016, yaitu pembayaran air, listrik, pulsa. Adapula pembukaan rekening, tarik, dan setor tunai serta asuransi Tabungan Bukopin Rakyat (TBR).

“Kami tengah memperluas jaringan pelayanan melalui laku pandai dan menargetkan mengoperasikan 1.000 agen laku pandai (B-Tunai). Saat ini jumlah outlet kami lebih dari 100 agen B-Tunai,” ujar Adhi Brahmantya, Direktur pengembangan bisnis dan teknologi informasi PT Bank Bukopin Tbk.

Bank Bukopin Targetkan 1000 Agen B-Tunai di 2017 Bank Bukopin Targetkan 1000 Agen B-Tunai di 2017

Pada tahap awal, pengembangan akan memfokuskan pada perekrutan loket Public Payment Online Bukopin (PPOB) menjadi agen B-Tunai. Saat ini BBKP sudah memiliki 25 ribu agen PPOB dengan jumlah gerai sebanyak 30 ribu unit. Di mana, sebanyak 400 orang akan ditingkatkan fungsinya menjadi agen Laku Pandai untuk melayani pembukaan rekening, asuransi mikro, kredit mikro dan pembayaran publik.

Untuk merekrut agen, Bukopin membuka kesempatan bagi siapa saja yang berminat menjadi agen layanan keuangan inklusi atau Laku Pandai. Perekrutan ini diutamakan bagi yang sudah berpengalaman dalam menangani nasabah seperti karyawan koperasi ataupun lembaga zakat. Agen Laku Pandai berfungsi sebagai pengumpul data, tetapi proses verifikasi tetap dilakukan bank karena pertimbangan menjaga prinsip kehati-hatian.

Selain itu, para agen bukan sebagai tempat menaruh alat Electronic Data Capture (EDC) tapi untuk pembayaran publik seperti listrik, telepon dan lain-lain. Nasabah juga bisa membuka rekening dan menabung, mendapatkan layanan mikro insurance dan mikro finance.

Sedangkan untuk implementasi Laku Pandai tahap pertama difokuskan pada produk basic saving account atau TBR. Menurutnya, jumlah tabungan Bank Bukopin diharapkan mencapai 600 ribu rekening dan 120 ribu. Itu merupakan target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menambahkan jumlah agen yang melayani laku pandai di Indonesia.

"Untuk pengembangan layanan selanjutnya pada semester dua tahun 2016, outlet B-Tunai ditargetkan juga dapat melayani pembelian asuransi mikro seperti gempa bumi, tsunami dan kebakaran, kredit mikro, remittance, serta penyaluran bantuan sosial pemerintah baik berupa tunai maupun non tunai," tambahnya.

Pada tahun 2018, bank yang 30 persen sahamnya dimiliki oleh Bosowa Corporindo ini menargetkan jumlah TBR mencapai 1 juta rekening dan asuransi mikro sebanyak 216 ribu dengan jumlah agen sebanyak 1.800 agen. Layanan ini nantinya dapat memberikan layanan kredit  mikro dengan plafon maksimal Rp 25 juta. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)