Bukopin Targetkan 400 Ribu Pengguna Aplikasi Wokee

Mohammad Irfan Digital Product & Partnership Manager Bukopin (Kiri) dalam acara relaunch aplikasi Wokee di Menara Kibar. (Photo: Anastasia/SWA).

Perkembangan teknologi yang begitu cepat mengakibatakan terjadinya pergesaran kebiasaan masyarakat dalam menggunakan fitur perbankan. Salah satunya muncul pergeseran makna perbankan dan output penunjang aktivitas perbankan yang dihasilkan.

Kini, bank berfungsi sebagai ruang transaksi. Utamanya untuk memenuhi kebutuhan utiltas sehari-hari, seperti transfer,  pembayaran listrik, belanja online, tagihan telepon, beli pulsa dan lainnya Dalam hal ini, sektor perbankan dituntut untuk mentransformasikan dirinya ke dalam konsep dan sistem baru, yaitu digital banking.

Dengan konsep dan sistem digital banking, diharapkan dapat meringkas dan memudahkan nasabah dalam menjangkau proses perbankan. Digital banking dianggap sebagai solusi dalam menjawab kebutuhan masyarakat di era digital. Salah satu cara yang dilakukan Bank Bukopin adalah dengan melahirkan digital banking yang diberi nama Wokee. Aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan konsumen dalam membuka rekening hingga melakukan aktivitas transaksi.

Aplikasi yang dirilis pada Desember 2017 lalu ini menyasar kalangan millennial dan masyarakat urban. “Jika dilihat dari profile transaksi, pengguna yang paling banyak adalah kalangan milennial, hampir 65-70%. Selain itu, kami juga melihat adanya kecenderungan behavior mereka yang menginginkan sesuatu yang simpel dan praktis. Kami melihat potensi pasar itu. ” ujar Mohammad Irfan, Digital Product & Partnership Manager Bukopin (21/02/2018). Ke depan, Bukopin juga akan menyasar kalangan yang belum terdampak akses bank di desa-desa di Indonesia.

Bank Bukopin berharap, masyarakat akan lebih dimudahkan dalam melakukan transaksi dan tidak perlu lagi membawa ATM guna melakukan tarik tunai dari rekeningnya. Karena apalikasi ini telah mencakup 2 fitur sekaligus yakni tabungan dan wallet. Selain itu, nasabah juga dapat berbelanja di merchant-merchant dengan menggunakan Pay by QR Code.

Awal dirilis, Wokee ditujukan  untuk kalangan internal. Sekarang, tercatat pengguna aplikasi Wokee telah mencapai 6 ribu pengguna. Bukopin menargetkan akan menggaet 400 ribu pengguna baru pada tahun 2018. “ Jika dibandingkan dengan produk konvensional, sangat jauh bedanya. Lewat aplikasi Wokee kami bisa mencapai 200 anggota baru per hari,” ujarnya.

Strategi pengenalan dan pemasarannya akan menguatkan di jaringan komunitas start up. “Kami memiliki inkubasi start up. Nah, start up itu pasti memiliki user. User inilah yang juga akan kami sasar. Jadi strateginya selain mencari satu-satu, kami juga menyasar komunitas,” dia menambahkan. Saat ini tercatat, Bank Bukopin memiliki 11 start up  yang dibina. Nantinya diharapkan  perusahaan rintisan ini melakukan aktivitas pembayaran melalui Bank Bukopin.

Saat ini, Bank Bukopin menargetkan 400 ribu nasabah baru di tahun 2018, dengan target transaksi sebesar Rp500 ribu per orang. “Kami menargetkan transaksi per satu orang sebesar Rp500 ribu, dengan fee based income  Rp30 miliar. Namun ini kan hitungan untuk 400 ribu nasabah, harapan kami bisa lebih dari 400 ribu nasabah dan Rp30 miliar” kata dia. Lainnya, dana sebesar Rp60-100 miliar akan disuntikan untuk pengembangan digital banking. “Dana tersebut sudah masuk ke dalam skema pendanaan IT kami di tahun ini,” ujarnya menutup pembicaraan.

 

Editoor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!