BUMN Harus Segera Terapkan Digital Learning

Program pemerintah mendorong Revolusi Industri 4.0 tentu dibutuhkan kualitas SDM yang mendukung hal tersebut. Dan BUMN kekuatan ekonomi bangsa ini, harus menjadi garda terdepan dalam transformasi digital dalam pengembangan SDM-nya.

Senior General Manager Telkom Corpu Rina D. Pasaribu mengungkapkan dalam sebuah survei di kalangan BUMN yang diikuti oleh 80 responden, secara umum, saat ini, pelatihan konvensional masih mendominasi pada unit SDM di mayoritas BUMN.  Secara rinci disebut Rina, 39% perusahaan mengaku masih menerapkan pelatihan konvensional, 31% konvensional dan semi digital, dan baru 30% yang telah memadukan digital learning dengan pelatihan pada umumnya.

Yang dipaparkan Rina merupakan hasil survei pada sejumlah peserta "PluggedIn, Corpu Indonesia Learn & Share", sebuah forum digital learning yang diselenggarakan Telkom Corporate University di Bandung baru-baru ini. Forum ini dihadiri sedikitnya 300 perwakilan dari 74 entitas (60 BUMN, 5 lembaga pemerintah, 2 universitas, dan 7 swasta).

Di sisi lain, merujuk survei tersebut, 44% perusahaan sudah miliki sarana prasana digital learning namun tidak efektif digunakan. Bahkan 44% malah belum punya sama sekali, dan baru 13% perusahaan yang mengaku sudah punya sekaligus efektif.

"Dengan metode pengembangan SDM yang sekarang diterapkan, tingkat kepuasan terbesar berada di angka 8 dari skor 10. Selanjutnya, diikuti oleh skor 7, 6, dan 9.  Biaya pelatihan mayoritas atau 36% ada direntang Rp 3-5 juta per karyawan per tahun dan Rp 5-10 juta per karyawan per tahun atau porsinya 35% dari total responden," terangnya.

Kemudian Rina lebih lanjut menuturkan bahwa jumlah pelatihan yang diberikan kebanyakan 3-5 hari sebanyak 54 persen, lebih dari 5 hari itu 25 persen, dan kurang dari 3 hari sebanyak 21 persen. "Melihat statistik tersebut, digital learning adalah jawaban efektivitas dan efisiensi pelatihan dan pembelajaran karyawan di BUMN," tegasnya.

Lien Herlina, praktisi SDM dari PT Waskita Karya mengaku kegiatan tersebut sangat mencerahkan. Sebab, banyak inspirasi tentang pengembangan SDM dari para nara sumber kompeten. "Sebaiknya kegiatan digelar setahun dua kali, karena isinya bagus. Lebih baik jika bahasan lebih mengupas aplikasi yang riil dan berdampak bagi perusahaan," sambung Haris Tri Wahjunita dari PT Perhutani. Annisa dari PT Dirgantara Indonesia mengamini kedua karyawan dari BUMN berbeda itu bahwa forum berbagi pengalaman itu sebaiknya dihelat setahun dua kali dengan tema mendatang yang mendesak terkait Era 4.0 Revolusi Industri tadi.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)