10 Merek Pengiklan Terbesar di TV

Pertumbuhan industri periklanan Indonesia dalam sewindu terakhir, terhitung menakjubkan. Jika pada tahun 2008, total belanja iklan hanya mencapai Rp 41 triliun, maka di tahun 2014, angka itu melonjak lebih dari 3x lipat, menjadi Rp 150 triliun.

Meski begitu jika tahun lalu belanja iklan TV mencapai Rp 99 triliun (66% dari total pendapatan iklan nasional), maka tahun ini diperkirakan hanya akan mereguk Rp 71,4 triliun. Pasalnya, hingga 1 Januari 2015 - 30 November 2015, perolehan iklan TV baru mencapai Rp 65,559 triliun. Terdapat gap sejumlah Rp 33,441 trilliun di satu bulan terakhir tahun 2015. Dengan rata-rata belanja per bulan sebesar Rp5.959 triliun dapat dipastikan, tambahan pendapatan di bulan Desember 2015 ini, tetap tak akan menyamai angka belanja iklan TV pada tahun lalu.

Dalam gelombang tersebut, Adstensity, sebuah aplikasi media monitoring khusus iklan-iklan TV mengalkulasi 10 merek paling banyak melakukan iklan di televisi di tahun ini. Hasil perhitungan tersebut diperoleh dari pemantauan aktivitas penyiaran TVC/Ads spot yang tayang di 13 TV nasional selama 24 jam sehari.

Data yang terkumpul lalu diolah dengan diolah dengan penghitungan kualitatif yang dilakukan secara otomatis. Penghitungan belanja iklan didasarkan atas harga published rate yang dikeluarkan masing-­masing Stasiun TV.

CEO Adstensity Sapto Anggoro, mengungkapkan, walaupun sepanjang 2015, iklim bisnis relatif melambat, masih ada saja perusahaan atau pemilik brand yang belanja iklan TV-nya menembus angka Rp 1 triliun per tahun. Brand itu adalah Djarum, dengan total belanja sampai dengan November 2015 mencapai Rp1,005 triliun.

Setelah Djarum, disusul oleh Sampoerna Rp902,974 triliun. “Secara nilai memang Djarum, tapi secara frekuensi terbanyak dipegang oleh merek Dettol, mungkin Dettol banyak melakukan iklan di luar jam-jam prime time,” ujar Sapto.

Lalu, posisi ketiga diduduki oleh Pepsodent dengan total belanja iklan Rp804,503 triliun.

10 Merek Pengiklan Terbanyak Versi Adstensity

10 Brand Pengiklan Terbesar

Tak hanya itu, ada dua pendatang baru yang berhasil masuk ke urutan 10 besar. Keduanya dari jenis industri yang relatif baru tumbuh di Indonesia yakni e-commerce/digital business yaitu Tokopedia dan Traveloka. Mereka berdua menggeser posisi Lazada dan Tokobagus (kini Olx) mendominasi di tahun lalu.

Adapun secara stasiun televisi, RCTI merupakan pihak yang paling diuntungkan. Total selama Januari hingga November 2015, RCTI meraup pendapatan iklan Rp 9,9 triliun dibuntuti rival terkuatnya, SCTV yang menangguk Rp 8,8 triliun. ”Jika dihitung dengan kalkulasi konglomerasi media yang terbentuk pada industri TV nasional, MNC Group (RCTI, MNC TV, Global TV )berhasil menggenggam 36% market share. Angka ini cukup jauh dibandingkan kompetitor terdekat SCM Group (SCTV, Indosiar – yang menguasai 24 persen,” ujar Sapto.

Data Market Share & Pendapatan Iklan Stasiun TV Versi Adstensity

Market Share

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)