10 Tahun Terakhir Industri Sains dan Teknologi Juara Profit Margin

Seperti yang dilaporkan Bloomberg TV, industri farmasi, bio-teknologi, dan ilmu alam adalah sektor yang paling banyak memperoleh profit margin yaitu 15 persen. Menurut Carol Massar, sektor ini dinilai mampu meraih profit margin tertinggi karena industri besar di sektor tersebut bermain sendiri di pasar. Selain itu mereka juga memiliki budget riset dan pengembangan yang lebih besar.

Bank menempati posisi kedua sektor berprofit margin tertinggi selama 10 tahun terakhir. Angkanya mencapai 12,4 persen. “Mereka built up pengeluaran uangnya dengan sangat baik,” ujar Massar.

Selisih 0,2 persen di bawahnya adalah sektorreal-estate dengan profit margin 12,2 persen. Software & services menempati urutan ke empat sektor berprofit margin tertinggi, yaitu 11,8 persen kemudian disusul sektor household & personal product 11,4 persen.

Dalam “In The Loop”, Massar juga melaporkan beberapa industri yang sukses meraih profit margin tertinggi. Sepanjang tahun 2001 hingga 2011, Microsoft tercatat memiliki profit margin tertinggi, yakni 28,3 persen, disusul Google 25,4 persen. Dengan profit margin 21,7 persen, Coca Cola berada di urutan ketiga tertinggi decade ini. Di peringkat berikutnya adalah Pfizer dan Johnson & Johnson senilai 19,2 persen dan 18,8 persen.

Dalam decade terakhir, Merck mencapai profit margin 18,7 persen. Angka ini menempatkannya di peringkat 6 profit margin tertinggi. Altria dan Intel adalah dua perusahaan yang menempati urutan berikutnya dengan profit margin 18,7 persen dan 18,1 persen. Selain itu, Cisco pun sukses meraih angka 17,0 persen pada profit marginnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)