100 Brand Diumumkan Sebagai Merek Paling Bernilai Tahun 2013

Galih Rangha, Samir Dixit, Sutan Batunara (ki-ka) ki-ka: Galih Rangha, Samir Dixit, Sutan Batunara

Brand Finance Indonesia untuk pertama kalinya menghadirkan '100 Brand Indonesia Paling Bernilai Tahun 2013' setalah dilakukan pemeringkatan secara komprehensif dan diakui secara global. Pemeringkatan ini pertama kali dilakukan oleh Brand Finance Indonesia. Dalam melakukan penilaian tersebut, Brand Finance menggunakan tiga pendekatan yakni, pendekatan cost, market dan income. Parameter yang digunakan pun tidak hanya aspek finansial, tetapi juga aspek non finansial dan menggunakan kerangka Brand Strength Index. Terdapat perbandingan kekuatan, risiko dan potensi masa depan brand terhadap pesaingnya dengan menilai input, ekuitas brand dan output kinerja.

Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Brand Finance Indonesia, 10 brand yang paling bernilai dari brand Indonesia adalah senilai US$ 104.7  juta dan mewakili 59% dari total nilai brand dari Top 100 brand Indonesia. Kesepuluh peringkat pertama brand tersebut adalah Sampoerna, Telkom Indonesia, Bank Mandiri, Dji Sam Soe, BRI, BCA, BNI, Perusahaan Gas Negara, Indosat dan Garuda Indonesia.

Selain menyoroti hal tersebut, laporan Brand Finance juga menyoroti posisi Indonesia di antara kawasan ASEAN. "Posisi Indonesia berada di peringkat 28 secara global. Bisa dikatakan Indonesia cukup baik diantara negara ASEAN, di bawah Singapura. Dibandingkan dengan beberapa negara Eropa, kita di atas mereka. Kita menjadi Top 20 untuk investasi." ujar Galih Rangha, Deputy Managing Director Brand Finance Indonesia.

Lebih lanjut, laporan Brand Finance mengungkapkan bahwa merek Indonesia perlu tetap meningkatkan daya saing mereka seiring dengan total nilai tak berwujud (intangible) dari kawasan ASEAN telah meningkat sejak tahun 2001. Samir Dixit, Managing Director Brand Finance Asia Pacific mengatakan, "Nilai tidak berwujud merupkan aset penting bagi Indonesia, di mana hal ini menjadi penting mengingat komposisi Indonesia teradap nilai perusahaan tidkak sejalan dengan rata-rata global yang dilaporkan oleh persentase yang sangat tinggi dari nilai yang dihasilkan perusahaan. Kami melihat ada kebutuhan besar perusahaan terhadap pemahaman nilai aset tidak berwujud."

Dengan adanya penilaian terhadap nilai brand ini, Brand Finance ingin menunjukkan posisi brand di pasar Indonesia sehingga mereka dapat mengetahui bagaimana cara agar dapat memperbesar value-nya. Diharapkan mereka memahami dan menghitung seberapa besar nilai brand-nya kemudian melakukan investasi secara efisien. "Selanjutnya setelah penilaian brand value ini adalah bagaimana mereka bisa memanage, bagaimana agar secara value naik dan lebih baik di tahun depan. Dia tahu apa yang paling produktif dan mana yang tidak, bagaimana mereka memaksimasi itu dan selanjutnya bagaimana mereka memonitor itu sehingga mampu terus lebih baik," pungkas Galih. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)