2015, Pasar FMCG Masih Tumbuh Dua Digit

Di tengah perlambatan ekonomi Asia Pasifik dari segi consumer good, pasar FMCG (Fast Moving Consumer Goods) masih akan tumbuh pesat pada tahun ini. Hasil riset Kantar Worldpanel Indonesia, tren menarik di 2014 masih akan berlanjut pada tahun ini. Pertama, pertumbuhan pesat barang konvenien yang siap saji dan mudah dikonsumsi seiring berkurangnya waktu untuk berbelanja dan memasak.

Kedua, volume pembelanjaan dari masing-masing kategori FMCG meningkat meski frekuensi belanja konsumen secara umum berkurang. Contoh kategori yang meningkat adalah saus sambal, pewangi, pelembut pakaian, serta shampo, untuk produk yang berukuran di atas 250 ml.

Ketiga, adalah berkembangnya pasar modern dengan format kecil seperti supermarket, minimarket, dan convenience store. Dari data Kantar Worldpanel Indonesia, Indonesia masih dikuasai pasar tradisional. Dengan kata lain, kesempatan pasar modern untuk berkembang juga masih luas. Kontribusi pasar modern untuk produk FMCG baru 20% di seluruh Indonesia.

Fanny Murhayati, New Business Development Director Kantar Worldpanel Indonesia Fanny Murhayati, New Business Development Director Kantar Worldpanel Indonesia

“Alfamart dan Indomaret akan mempunyai lebih dari 10.500 gerai di tahun 2015. Mereka akan membuka banyak toko dan gerai di Jawa dan luar Jawa. Faktor pendukung perkembangan supermarket dan minimarket adalah harga yang lebih murah untuk beberapa kategori FMCG,” kata Fanny Murhayati, New Business Development Director Kantar Worldpanel Indonesia dalam rilisnya.

Keempat, tingkat kompetisi pasar FMCG yang masih tinggi. Hal ini terlihat dari banyaknya produk inovatif yang ditawarkan para pemainnya. Sepanjang tahun 2014, ada lebih dari 600 merek baru yang ditawarkan. Sektor makanan dan minuman adalah sektor yang sangat kompetitif dalam menawarkan produk baru. Produsen menawarkan inovasi dari segi fungsi, rasa, pengemasan, dan ukuran sebagai nilai tambah.

Terakhir, perkembangan teknologi khususnya media sosial adalah peluang bagus untuk melakukan kampanye sosial. Jumlah pengguna aktif Facebook di Indonesia mencapai 40 juta. Indonesia juga merupakan negara terbesar ke-4 untuk pengguna aktif internet. “Indonesia masih merupakan pasar yang potensial untuk berinvestasi dengan adaptasi dan inovasi sesuai dengan keinginan pasar,” kata Fanny.

General Manager Kantar Worldpanel Indonesia Lim Soon Lee menambahkan, Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial dengan jumlah penduduknya yang sangat besar. Sebanyak 70% dari populasi RI berada di usia produktif. Ini tentu menarik untuk para pemain FMCG.

Sepanjang tahun 2014, pasar FMCG di Indonesia menunjukkan tingkat pertumbuhan yang tinggi sebesar 15%. Dana Moneter Internasional (IMF) juga masih percaya ekonomi ASEAN 5 (Indonesia Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam) masih akan tumbuh di atas 4 % pada tahun 2015. Managing Director VIP (Vietnam, Indonesia, and Phillipines) Fabrice Carrasco menilai Indonesia merupakan salah satu dari sedikit negara di Asia yang mashi mampu memberikan pertumbuhan dua digit untuk FMCG pada tahun 2014 di tengah banyaknya tantangan ekonomi.

“Dalam rangka mendorong pertumbuhan, dengan memahami peluang yang ada, menawarkan produk dan cara yang inovatif sangat penting untuk memastikan produsen terus memanfaatkan peluang di Indonesia,” ujarnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)