2017, Pasar Big Data Bakal Capai US$ 53 Miliar

Big Data kini tengah menjadi pembicaraan yang hangat. Belakangan ini, sejumlah perusahaan di bidang teknologi saling bersaing mengeluarkan produk untuk mengolah Big Data. Karena Big Data ternyata memberikan peluang pasar dengan nilai yang tinggi.

Dalam seminar yang bertajuk “Big Data Trend 2nd Round: Infrastructure and Demand Challanges,” di Jakarta, Kamis (22/11/2012), Dannarjaya Sri, IT Director Microsoft South East Asia, berpendapat,  pengertian teknis dari Big Data adalah sebagai sebuah problem domain di mana teknologi tradisional seperti relasional database tidak mampu lagi untuk melayani.

Di Indonesia, tren Big Data kian berkembang. Semakin banyaknya masyarakat Indonesia yang menggunakan jejaring sosial, seperti Facebook ataupun Twitter, mendorong berkembangnya Big Data. Untuk diketahui, Indonesia menempati peringkat keempat dunia untuk pengguna Facebook (50,5 juta) dan Twitter (19,5 juta).

Selain itu, jumlah pengguna telepon seluler sudah mencapai 262,2 juta, dengan penggguna data atau internet dari lima operator penyelenggara seluler sebesar 115,7 juta.  Data-data yang diunggah melalui jejaring sosial ini disebut data yang tidak terstruktur. Sementara, data perusahaan, seperti data transaksi adalah data yang terstruktur. Gabungan dari kedua jenis data inilah yang disebut dengan Big Data.

Big Data memang sedang jadi pembicaraan hangat di industri. Bukan sekadar omongan belaka, namun ini fenomena yang nyata. Apa yang kita lihat pertumbuhannya bukan dari jenis data yang terstruktur, tapi dari data tidak terstruktur. Itu menjadi tantangan sekaligus peluang,” tutur Harry K. Nugraha, Director Strategic Business Development Intel Indonesia.

Big Data ini ternyata memberikan peluang bisnis yang besar asal bisa dikelola dengan tepat dan cepat. Bisa jadi bencana, jika penyedia infrastruktur dan operator telekomunikasi terlambat mengantisipasinya. “Bencana ini bisa menimpa penyedia data center. Kami pernah mengalami bencana saat terjadi kabakaran data center di Jakarta belum lama ini. Ini peringatan keras agar selalu siaga mengantisipasi bencana,” kata Teguh Prasetya, founder Indonesia Cloud Forum.

Berdasarkan Big Data Market Forecast 2012-2017, peluang pasar data ini sangat besar. Tahun ini, nilai pasarnya mencapai US$ 5,1 miliar. Angka tersebut bisa mencapai US$ 10,2 miliar tahun 2013. Dan mencapai puncaknya pada tahun 2017 dengan nilai US$ 53,4 miliar. Peluang pasar yang besar ini akan didominasi oleh pasar infrastruktur seperti data center.

"Tidak main-main market-nya US$ 53,4  miliar. Kalau kita tidak garap, pemain asing yang bakal garap,” tandas Teguh mengingatkan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)