3 Perusahaan Ini Paling Ramah Lingkungan, Apa Rahasianya?

SRI-Kehati Award 2016 adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) kepada tiga perusahaan publik di Indonesia yang dinilai paling ramah lingkungan.

Berdasarkan pilihan Dewan Juri Indonesia Green Companies Award 2016, ketiga perusahaan itu adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Unilever Indonesia Tbk.

Sebelum menetapkan tiga perusahaan peraih Indeks SRI-Kehati Award 2016, Yayasan Kehati lebih dulu memilih 10 perusahaan publik dari 25 perusahaan yang masuk dalam Indeks SRI-Kehati periode November 2015-April 2016.

Indeks SRI-Kehati berisikan daftar 25 perusahaan publik yang menerapkan prinsip Sustainable & Responsible Investment (SRI). Daftar tersebut disusun PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerja sama dengan Yayasan Kehati.

Indeks SRI-Kehati dievaluasi dua kali dalam setahun, yaitu pada April dan Oktober. Setelah terpilih 25 perusahaan publik tersebut akan di publikasikan oleh BEI. Indeks ini adalah pedoman bagi para investor.

“Ada 3 saringan. Tahap pertama, lolos negative screen, yakni bisnisnya tidak menyangkut senjata, tembakau, alkohol, pornografi, perjudian/kasino, dan genetically modified organism,” kata MS Sembiring, Direktur Eksekutif, Yayasan Kehati.

MS Sembiring, Direktur Eksekutif, Yayasan Kehati MS Sembiring, Direktur Eksekutif, Yayasan Kehati

Tahap kedua, dari aspek keuangan. Nilai investasinya tidak boleh terlalu kecil, nilai kapitalisasinya tidak boleh kurang dari Rp 1 triliun dan kepemilikan saham publik di atas 10% supaya pergerakan sahamnya likuid. Yang terpenting, perusahaan tidak boleh rugi. “Jika ada anggota Indeks SRI-Kehati merugi, langsung kami keluarkan dan digantikan yang lain,” katanya.

Tahap ketiga, seleksi dari aspek fundamental, yakni 6 protokol Indeks SRI-Kehati. Yakni, tata kelola perusahaan, perlakuan terhadap lingkungan, perlakuan terhadap masyarakat setempat, keberlangsungan bisnis, pengelolaan sumber daya manusia, dan penegakan hak asasi manusia. “Pada tahap ini, kami membuat scoring-nya,” kata dia.

Mohammad Wais Fansuri, Investment Specialist Yayasan Kehati menambahkan, penghitungan skor 6 protokol tersebut diserahkan ke Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB) untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan. Misalnya, ada perusahaan yang menjadi donatur Yayasan Kehati.

Nantinya, YPB mengkaji laporan tahunan yang dibuat oleh perusahaan itu, termasuk sustainability report-nya. Kemudian, dilihat rasio keuangannya, serta kegiatan yang berhubungan dengan keberlanjutan perusahaannya. “Kalau informasinya belum cukup, YPB menanyakannya lewat telepon. Masih belum cukup? Mereka baru melakukan kunjungan,” ujar Wais.

Setelah 25 emiten itu dinilai berdasarkan 6 protokol Indeks SRI-Kehati, menurut, kemudian dilihat lagi kegiatan mereka terhadap penyelamatan lingkungan dan pengembangan komunitas untuk disaring menjadi 10 perusahaan terbaik sebelum ditentukan 3 peraih SRI-Kehati Award. (Reportase: Aulia Dhetira)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)