65% Perusahaan Indonesia Tertantang Cepatnya Penambahan Data

Perusahaan dunia telah menghabiskan US$ 1,1 triliun untuk mengatur penyimpanan informasi bisnis. Apabila informasi tersebut dikumpulkan, jumlahnya bisa mencapai 2,2 zettabytes atau 2,2 juta terabytes. Itulah temuan Symantec dalam 2012 State of Information Survey. Sementara itu ada banyak tantangan yang harus dihadapi perusahaan dalam menjaga informasi.

Raymond Goh, Senior Director, System Engineering & Alliances Symantec Asia South Region

Sekitar 65 dari 100 perusahaan Indonesia responden setuju bahwa tantangan manajemen informasi terbesar adalah penambahan data yang begitu cepat. Selain itu mereka juga harus menghadapi masalah dengan kemampuan staf IT yang kurang mumpuni dan minimnya budget. Kedua tantangan ini dihadapi oleh 53% responden survei. Duplikasi data pun menantang keamanan data 53% responden Indonesia.

Ketiga faktor tersebut juga menjadi tantangan terbesar oleh perusahaan secara global. Cepatnya penambahan data juga dialami oleh 47% responden survei di 36 negara. Sedangkan duplikasi data dialami 44% respnden. Sementara itu masalah budget yang terlalu kecil hanya dialami 43% responden global.

"Oleh karena itu infrastruktur dan back up sangat penting bagi perusahaan," papar Raymond Goh, Senior Director, System Engineering & Alliances Symantec Asia South Region.

2012 State of Information Survey merupakan survei pertama yang dilakukan perusahaan security software Symantec Corp dengan ReRez Research. Sebanyak 4.506 perusahaan di 36 negara disurvei terkait esensi informasi bisnis bagi perusahaan. Survei yg dilakukan sepanjang bulan Februari dan Maret 2012 tersebut juga menjangkau 100 perusahaan di Indonesia. (EVA)

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)