Accenture : Teknologi Digital Kunci Efisiensi Bisnis

Berdasarkan laporan Accenture bertajuk Agility to Fuel Growth and Competitiveness, para eksekutif perusahaan di negara-negara ASEAN setuju bahwa digitalisasi merupakan faktor pendorong utama pertumbuhan. Sebanyak 61% responden sepakat bahwa teknologi digital adalah faktor yang berperan besar untuk efisiensi biaya dalam organisasi bisnis mereka. Sementara 47 % responden percaya bahwa strategi digital memungkinkan mereka untuk mengaplikasi model operasi bisnis yang lebih canggih. Survei tersebut melibatkan 59 eksekutif di Asia Tenggara, 12 orang di antaranya berasal dari Indonesia. Hal senada juga dikemukakan dalam laporan riset Accenture's Technology Vision 2016. dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa para pemimpin bisnis melihat bahwa pendekatan people first atau pengembangan sumber daya manusia akan menjadi kunci keberhasilan perusahaan di era ekonomi digital.

teknologi digital dan bisnis

Hamidjojo Surjotedjo, Managing Director Tecnology Accenture Indonesia, dalam laporan tersebut berpendapat bahwa keberhasilan dalam dunia digital saat ini adalah tantangan yang tidak bisa dihadapi hanya dengan menggunakan lebih banyak teknologi. Perusahaan harus mengembangkan pendekatan yang lebih holistik dengan menempatkan tenaga kerja sebagai prioritas utama.

Dalam survei, pendamping yang melibatkan lebih dari 3 ribu eksekutif di seluruh dunia , Accenture menemukan bahwa 33% dari ekonomi global sudah terpapar digital. Selain itu 86 % responden survei mengantisipasi bahwa 86 % perubahan teknologi akan berlangsung dengan cepat dalam tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Dwight Hutchins, Asia-Pacific Managing Director  Strategy Consulting Products Accenture dalam forum Indonesia Summit 2016, mengungkapkan, ada lima tren yang akan terjadi dalam perkembangan adopsi teknologi digital oleh dunia bisnis. Pertama, tenaga kerja yang adaptif karena perkembangan teknologi menuntut tenaga kerja memiliki berbagai keahlian. Kedua, teknologi bisa dimanfaatkan secara strategis sehingga pimpinan perusahaan bisa menciptakan ekonomi platform yang mampu beradaptasi, terukur, dan saling terhubung. Ketiga, disrupsi yang akan terjadi bisa terprediksi lebih awal. Keempat, ekosistem digital yang berkembang pesat juga memungkinkan hilangnya batas antar industri. Kelima, faktor kepercayaan sebagai landasan dalam ekonomi digital.

Lalu apa arti temuan-temuan di atas bagi tim manajemen perusahaan ?

Sebanyak 50 anggota dewan komisaris dan dewan direksi dari perusahaan terkemuka di Asia mendiskusikan dampak teknologi eksponensial pada industri mereka dan apa saja tindakan yang harus dilakukan secara langsung oleh perusahaan pada era digital. Hasilnya kurang dari 10 % peserta diskusi merasa perusahaan mereka telah memposisikan diri dengan baik. Lebih dari setengah (67 %) menyatakan bahwa dampak teknologi eksponensial akan membawa perubahan signifikan bagi perusahaan. Selanjutnya, hampir seluruh peserta diskusi (80 %), setuju bahwa mereka harus mengambil tindakan nyata untuk adopsi teknologi digital yang baik bagi perusahaannya. “Para pemimpin perusahaan harus mengenali titik perubahan ini dan mengukur implikasi bagi organisasi mereka,” jelas Dwight. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)