Asupan Harian Omega 3 Anak Indonesia Masih Kurang | SWA.co.id

Asupan Harian Omega 3 Anak Indonesia Masih Kurang

IMG_0488

Di Indonesia, tidak ada data nasional untuk asupan lemak esensial, hanya ada data untuk lemak jenuh dan lemak tidak jenuh di data komposisi pangan Indonesia. Oleh karena itu, Unilever Indonesia bersama dengan Prof. Dr. dr. Ratna Djuwita, MPH dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengadakan riset untuk meneiliti asupan asam lemak esensial Omega 3 dan 6 pada anak Indonesia.

Penelitan ini merupakan analisa terhadap Riset Kesehatan Dasar (RISDEKNAS) 2010 dengan responden berusia 4-12 tahun dengan asupan energi berkisar 450-2.500 kcal. Jumlah respon yang diikutsertakan berjumlah lebih dari 43.000. Sampel makanan yang diambil berasal dari 13 provinsi di Indonesia. Ketiga belas sampel makanan ini dikirim ke Belanda untuk diurutkan mana makanan yang paling berkontribusi terhadap asupan anak terhadap lemak tidak jenuh ganda.

Dari riset tersebut, nilai tengah asupan lemak tak jenuh ganda (PUFA) pada anak Indonesia adalah 4.05% energi. Angka ini hanya mencapai 68% dari rekomendasi WHO. Di dalam PUFA, terdapat dua lemak tak jenuh ganda yang baik untuk tubuh: Omega 3 dan Omega 6. Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai tengah asupan Omega 3 ALA anak-anak di Indonesia hanya mencapai 39% dari angka rekomendasi badan kesehatan dunia (WHO).

“Nilai tengah asupan Omega 6 LA pada anak Indonesia sebesar 3,36%. Angka ini sudah mencapai rekomendasi WHO. Namun, konsumsi Omega 6 LA masih belum merata di seluruh Indonesia,” kata Ratna. Ratna mengatakan bahwa Omega 3 dan Omega 6 berperan penting untuk pertumbuhan sel-sel otak, hal ini berkaitan dengan kecerdasan anak. Tidak ada tanda-tanda khusus jika anak kekurangan Omega 3 dan Omega 6, akan tetapi jika sudah sangat kekurangan sekali, kulit akan mengering dan rambut akan rontok. “Berdasarkan hasil riset, dapat disimpulkan bahwa mayoritas anak Indonesia masih membutuhkan tambahan asam lemak jenuh tak ganda, khususnya Omega 3 LA,” tambahnya.

Johan Mantik, Brand Manager Blue Band, mengatakan, “Untuk memenuhi kebutuhan Omega 3 dan Omega 6, Blue Band Serbaguna Baru mengandung asam lemak esensial Omega 3 dan Omega 6. Peluncuran produk baru ini merupakan contoh perwujudan Unilever Sustainable Living Plan (USLP).”

Untuk mengedukasi anak-anak Indonesia mengenai pentingnya asupan Omega 3 dan Omega 6, Blue Band mengadakan Gerakan Sarapan Sehat. Tahun 2015, sudah ada 6.000 siswa sekolah dasar yang sudah diedukasi. Menurut hasil penelitian, 60% anak Indonesia tidak sarapan. Padahal menurutnya sarapan itu penting untuk mendapatkan energi di awal hari.

Ke depan, Blue Band akan terus mengedukasi siswa SD, praktisi kesehatan, dan orang tua mengenai pentingnya asupan Omega 3 dan Omega 6. Untuk itu disediakan resep sarapan praktis yang dapat dilihat di situs dan Facebook Blue Band agar orang tua dapat menyediakan sarapan yang bergizi untuk anak. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Strategi Goodyear Garap Pasar Menengah-Bawah

Perhatian pada ban seringkali masih belum menjadi hal utama bagi pengemudi kendaraan, terutama pemilik mobil. Apalagi dengan era globalisasi dan...

Close