Bagaimana Masa Depan Industri Travel?

onlinetravel

Industri perjalanan (travel) merupakan salah satu industri yang tengah berkembang di tengah geliat masyarakat yang gemar melakukan perjalanan dewasa ini. Lantas, bagaimana masa depan travel sepuluh tahun mendatang? Skyscanner, sebuah situs pencarian perjalanan global bekerja sama dengan perusahaan riset The Future Laboratory menerbitkan laporan mengenai hal tersebut yang dapat diakses pada www.skyscanner2024.com.

Laporan tersebut merupakan hasil penelitian mendalam dan serangkaian wawancara dengan para ahli di berbagai bidang, termasuk Ian Yeoman, Futurolog Wisata, Dave Coplin, Chief Envisioning Officer, Steve Vranakis, Creative Lab Executive Creative Director Google dan Gareth Williams, CEO Skyscanner. Laporan ini terdiri atas tiga bagian, yakni mengenai perencanaan dan reservasi di bagian pertama, tentang perjalannya dan destinasi wisata serta hotel.

Dalam bagian pertama tersebut, dipaparkan mengenai perencanaan dan reservasi perjalanan yang akan berubah dalam 10 tahun mendatang. Pada bagian tersebut diperkenalkan ke The Digital Travel Buddy, mitra virtual yang menggunakan kecerdasan artifisial untuk memberikan saran dan memesan perjalanan secara akurat sesuai kebutuhan traveler milenium.

Gareth Williams mengatakan, pencarian dan pemesanan perjalanan akan semudah pembelian buku di situs Amazon. Daniel Burrus, Global Futurist memperkirakan, di tahun 2020-an, masing-masing dari kita akan mempunyai 'agen elektronik' yang pergi kemanapun dengan kita.

Selain itu, bagian pertama tersebut juga menyebutkan, diperkirakan realitas virtual akan mampu menawarkan kesempatan kepada pelaku perjalanan untuk mencoba sebelum membeli yang memungkinkan mereka untuk melihat pemandangan, mendengar suara, dan bahkan merasakan lanskap dari tempat tujuan tanpa menggantikan liburan itu sendiri.

Sementara itu, Tika Larasati, Manager Marketing Skyscanner Indonesia menyebutkan industri perjalanan telah berkembang pesat selama 10 tahun terakhir sejak Skyscanner berdiri. Menurutnya, Gareth, CEO Skyscanner memiliki visi memprediksi permintaan untuk situs metasearch travel dan terus mengembangkan produk yang mereka tawarkan disesuaikan dengan permintaan konsumen dan pertumbuhan teknologi.

Adapun bagian kedua dan ketiga laporan tersebut akan diluncurkan kemudian pada tahun ini beberapa waktu mendatang. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)