BCI 2012: 85% Perusahaan Inggris Optimistis dengan Prospek Bisnis Indonesia

Untuk pertama kalinya British Chamber of Commerce (BritCham) di Indonesia mengadakan survei Business Confidence Index (BCI) alias indeks keyakinan bisnis. Survei ini menunjukkan bahwa Indonesia dinilai berpotensi bisnis besar namun masih menghadapi tantangan dalam memperoleh kemudahan berbisnis.

(Kiri) Haslam Preeston, Chairman British Chamber of Commerce in Indonesia dan Chatib Basri, Kepala BKPM

Sebanyak 36 perusahaan Inggris di Indonesia menyatakan optimistis dan akan berkomitmen mengembangkan bisnis mereka. Hal ini tercermin pada indeks keyakinan bisnis yang menunjuk angka 83 dari 100 poin. Di waktu yang sama, indeks kemudahan berbisnis berada di angka 65 dari 100 yang berarti berbisnis di Indonesia tidaklah mudah.

"Membangun bisnis di Indonesia beresiko tinggi, namun potensial," kata Haslaam Preeston, Chairman BritCham. Dalam 12 bulan mendatang, 67% dari perusahaan tersebut berencana meningkatkan nilai investasi dan pengeluaran dan 69% menambah jumlah karyawan tetap. Dengan peningkatan tersebut tak heran bila 31 perusahaan yang disurvei yakin revenue mereka akan melejit, sedangkan 3 perusahaan lain memprediksi sama, dan hanya 2 perusahaan yang meramalkan penurunan revenue.

Optimisme bisnis yang dirasakan perusahaan-perusahaan asal Inggris ini bukan tanpa alasan. Sebanyak 69% responden mengaku yakin dengan iklim investasi, sementara hanya 56% optimis dengan fiscal policy. Sayangnya, optimisme ini tidak tampak pada situasi politik, kebijakan ketenagakerjaan, dan situasi hukum. Bahkan dua faktor terakhir hanya dipilih 8% responden sebagai faktor optimisme bisnis.

Dalam BCI 2012 diungkapkan bahwa para senior manager dan CEO perusahaan dari negeri Ratu Elizabeth mengaku birokrasi adalah tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis di Indonesia. Hal tersebut diakui oleh 74% responden. Buruknya infrastruktur, korupsi, dan ketidakpastian hukum pun diakui sebagai tantangan bisnis mereka. Uniknya, hanya 14% responden yang mengkhawatirkan isu terorisme di Indonesia. "Bila mereka ditanya 10 atau 15 tahun yang lalu, saya yakin prosentasenya lebih tinggi," kata Haslam.

Dari berbagai sudut pandang yang terefleksikan dalam BCI 2012, BritCham mengajukan tiga saran untuk pemerintah Indonesia. Saran pertamanya adalah fokus melaksanakan proyek infrastruktur seperti telekomunikasi dan port khususnya di wilayah Jakarta. Kedua, mempersingkat pelayanan dari pemerintah dengan e-service, mempublikasikan ongkos layanan, dan menegakkan anti-korupsi. Saran terakhir BritCham yaitu memaksimalkan konsultasi dan diskusi antar sektor usaha Indonesia dan internasional menjelang diterbitkannya undang-undang dan ketentuan baru.

"Kami berkomitmen mengembangkan hubungan bisnis antara Inggris dan Indonesia," tutur HE Mark Canning, Duta Besar InggrisĀ  "kami juga berkomitmen meningkatkan arus investasi terutama melalui medium size company." (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)