Big Data Berkembang, Bisnis Data Center Menjanjikan

Kian berkembangnya Big Data membuat industri data center pun menjanjikan. Lembaga riset IDC memprediksi tingkat permintaan layanan data center di Tanah Air rata-rata tumbuh 22 persen setiap tahunnya. Jika pada tahun 2009, nilai permintaan hanya US$ 71,5 miliar , maka di 2015 kelak nilainya bisa menjadi US$ 293 miliar.

Data Center

“Ada permintaan besar terhadap kebutuhan next generation data center di Indonesia, terutama dalam menghadapi pertumbuhan eksponensial atas data dan lalu lintas jaringan yang tumbuh pesat di segmen mobile computing,” ujar Stephanus Tumbelaka, Chief Sales Officer PT DCI Indonesia, di Jakarta, Kamis (22/11/2012).

Stephanus menuturkan, ada banyak pemain di bisnis data center. Namun, ia tidak bisa memberikan detail jumlah perusahaan yang menggeluti bisnis ini. Ia hanya mengatakan, pemain besar di bisnis ini diantaranya IBM, Indosat, dan Biznet.  PT DCI Indonesia sendiri adalah mitra bisnis Equinix, yakni perusahaan data center dari Amerika Serikat. Dengan mitranya itu, DCI Indonesia pun berkeinginan menghadirkan data center kelas tier 4 di Indonesia, di mana tier ini biasa digunakan perusahaan internet global, seperti Google dan Facebook.

Banyaknya pemain di industri data center menjadi suatu hal yang pantas karena nilai pasar yang menggiurkan. Berdasarkan data Frost&Sullivan tahun 2011, nilai pasar data center mencapai Rp 9,4 triliun, yang meliputi managed service, perangkat keras, dan jaringan.

Akan tetapi, Stephanus berujar, membangun data center bukan perkara mudah. Membangun fasilitas ini bukan seperti mendirikan apartemen. Ada spesifikasi bangunan yang khusus yang harus dipenuhi. Pembangunan gedung harus memperhitungkan, misalnya, kemungkinan gempa dan ledakan bom.  "Gedung data center berbeda sekali dengan gedung kantor atau apartemen,” lanjut dia.

Lalu, perusahaan juga harus memperhitungkan lokasi. Keberadaan data center harus mudah dijangkau, dan mempunyai dukungan listrik dan konektivitas yang cukup. Selain itu, masalah keamanan sangat perlu diperhatikan, yakni tidak boleh sembarang orang yang masuk ke data center.

Dengan adanya spesifikasi yang khusus maka biaya untuk membangun fasilitas ini pun tak murah. DCI Indonesia saja harus menggelontorkan dana minimal US$ 200 juta dalam mendirikan data center-nya yang baru di Jakarta. Sekalipun demikian, dia bilang, pelaku usaha lokal tetap punya kans untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan asing. Karena standar minimal dana investasi tergantung ukuran data center yang mau dibangun.

“Kalau kans ke depan, saya melihat perusahaan lokal mestinya bisa. Kami bukan orang yang nggak bisa, karena kami sanggup,” tegasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)