Boyong mHealth, Qualcomm Cari Rekanan

Perusahaan chipset asal Amerika, Qualcomm, hendak memboyong teknologi terbarunya di bidang kesehatan, mHealth. Inovasi tersebut direncanakan masuk ke Asia Tenggara dalam waktu dekat.

“Kami sedang mencari partner,” ungkap Ben Siagian, Country Manager Qualcomm Indonesia. Teknologi yang dikembangkan Qualcomm Life ini sebetulnya sudah diimplementasikan di berbagai negara. Di negara asalnya, sejumlah perangkat kesehatan nirkabel sudah akrab di kalangan masyarakat menengah.

mHealth merupakan teknologi teranyar Qualcomm yang dapat menangkap informasi kesehatan seseorang seperti tekanan darah atau kadar glukosa kemudian mengirim informasi tersebut kepada pihak-pihak terkait seperti dokter atau perawat. Teknologi ini mengandalkan chipset yang lebih kecil dari jari kelingking. Berkonsep teknologi m2m (machine-to-machine), hasil pengukuran kondisi kesehatan seseorang akan terkoneksi langsung ke server yang ada di dokter atau rumah sakit terkait melalui jaringan nirkabel. Kecanggihan ini memungkinkan pasien menjalankan aktifitasnya di rumah, sementara sang dokter tetap bisa memantau perkembangan kesehatannya di rumah sakit.

Qualcomm Life sendiri belum lama dibentuk. Anak perusahaan Qualcomm tersebut fokus mengembangkan manajemen kesehatan jarak jauh dan platform cloud baru yang disebut 2net khusus transfer data-data biometrik. Qualcomm Life yang dulunya bernama Qualcomm Wireless Health berencana fokus menghubungkan perangkat mobile melalui teknologi m2m antara perangkat monitoring jarak jauh.

Nantinya, platform 2net yang diintegrasikan pada peralatan medis dapat diakses penggunanya lintas 2net hub yang bisa bekerja di jaringan 2G, 3G, Bluetooth, Bluetooth Low Energy, dan WiFi. Para dokter dapat menggunakan 2net untuk mengakses data biometrik yang diunggah pasien melalui ponsel atau APIs (application programming interfaces) yang terhubung dengan pasien mereka. Di Amerika, sejumlah perusahaan perangkat mobile telah mengadopsi teknologi ini. Mereka antara lain A&D Medical, AirStrip Technologies, AT&T dan Nonin Medical.

Dalam survei yang diadakan Qualcomm dan TIME Mobility mengungkapkan 9 dari 10 responden Indonesia mengatakan bahwa nirkabel memainkan peran penting dalam sektor pendidikan dan kesehatan di negeri ini. Qualcomm mengambil 600 responden Indonesia di mana 100 responden di antaranya adalah pengguna nirkabel mobile kelas atas. Hasil survei tersebut memperkuat niatan Qualcomm membawa mHealth ke Asia Tenggara. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)