Frost & Sullivan: Pasar Alat Uji LTE Menggiurkan

Long-term evolution (LTE) dengan cepat menjadi populer dalam industri komunikasi nirkabel. Hal ini didorong oleh meningkatnya penggunaan gadget, seperti ponsel pintar. Di mana para pengguna perangkat tentu semakin menginginkan akses internet yang cepat.

Seiring dengan itu, permintaan terhadap alat uji LTE ditaksir akan terus tumbuh. Pengujian perangkat dan layanan LTE menjadi hal yang penting untuk dilakukan dalam upaya memenuhi standar industri dan menyediakan produk, serta layanan berkualitas tinggi yang mampu melampaui harapan konsumen.

Analisa terbaru dari Frost & Sullivan yang bertajuk "The Global Long-Term Evolution Test Equipment Market" menunjukkan bahwa pasar ini menghasilkan pendapatan sebesar US$ 947,2 juta pada tahun 2012. Dan diperkirakan akan terus meningkat hingga empat kali lipat mencapai US$ 3.974,1 juta pada tahun 2019.

ponsel pintar

“LTE menjadi populer seiring dengan semakin banyaknya pengguna ponsel cerdas dan tablet, yang memerlukan tingkat sistem data yang lebih cepat dalam pengiriman data,” ungkap Olga Shaphiro, Communication Test & Measurement Research Program Manager Frost & Sullivan, Senin (4/11/2013).

“Dengan pemasangan LTE yang semakin tidak terelakkan, permintaan untuk melakukan pengujian akan tumbuh dengan pesat mengingat kompleksnya sifat penyebaran jaringan LTE akibat adanya standar Multiple Input Multiple Output (MIMO).”

Namun, mengakomodasi berbagai macam tingkat kompleksitas memerlukan waktu dan investasi dalam R&D, di mana kedua hal tersebut dapat menghambat pasar alat uji LTE. Industri telekomunikasi saat ini tengah menghadapi tugas yang rumit dalam rangka mengintegrasikan teknologi baru, termasuk LTE, pada pita frekuensi yang berbeda-beda ke dalam berbagai jaringan dan perangkat.

BTS juga telah menjadi sesuatu yang kompleks terkait dengan upaya memenuhi standar yang berbeda-beda, seperti divisi frekuensi-LTE, WiMAX, dan divisi waktu-LTE. Vendor alat uji LTE secara global harus mampu bersaing dengan adanya standar yang beragam, sekaligus menyederhanakan sistem pengujian. Selain itu, vendor-vendor peralatan uji LTE harus bisa beradaptasi dengan mengotomatisasi skrip uji coba, yang diprediksi akan menjadi tren pasar di masa mendatang.

“Penyedia solusi uji coba layanan LTE perlu memastikan bahwa produk mereka menawarkan tingkat pengembalian investasi (ROI) yang menggiurkan kepada para penyedia layanan, produsen peralatan asli, dan produsen peralatan jaringan, sebagai upaya meraih pangsa pasar,” tutur Olga.

“Hal ini berarti bahwa peralatan uji coba harus mampu mendukung kebutuhan seluruh rantai pasokan – produsen komponen, produsen handset, operator, dan laboratorium yang melakukan pengujian – untuk melewati siklus R&D secepat mungkin sekaligus memastikan kualitas layanan,” pungkas dia. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)