Frost & Sullivan: Size Market Lift Tahun 2016 Capai US$ 282 Juta

Kian pesatnya populasi penduduk Indonesia dan adanya perubahan dari area rural ke urban meningkatkan kegiatan konstruksi di wilayah metropolitan. Hal itu lantas berimbas pada semakin tingginya permintaan akan sarana lift.

Eugene van de Weerd, Country Director  Indonesia Frost & Sullivan mengungkapkan bahwa pulau Jawa memiliki pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Pertumbuhan itu lantas akan memacu proyek-proyek infrastruktur dan konstruksi gedung di wilayah ini.

“Pertumbuhan pasar dapat dikaitkan dengan pertumbuhan konsisten di vertikal-vertikal seperti perumahan, komersial, hotel, dan retail. Sebagian besar pendapatan pasar lift akan berasal dari vertikal-vertikal tersebut,” sebut Eugene dalam siaran persnya.

Bila dibandingkan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, pasar lift di Indonesia merupakan salah satu pasar dengan pertumbuhan yang tercepat. Maraknya kegiatan konstruksi di area perkotaan, termasuk modernisasi bandar udara, telah menciptakan peluang pasar yang besar untuk segmen lift. Berkembangnya teknologi pun menjadi pendorong permintaan lift.

Terkait teknologi, Vidhi Yaduvanshi, Research Analyst Frost & Sullivan, menambahkan, “Oleh karena itu, sebagian besar gedung-gedung yang baru dibangun dilengkapi dengan lift dan eskalator untuk memastikan mobilitas yang lebih bebas dan tidak terbatas. Fokus baru terhadap efektivitas pengunaan ruangan dalam gedung juga berdampak pada adanya dorongan akan pengunaan lift yang efektif, yang pada akhirnya juga akan mendorong pasar.

Tantangan pasar lift

Meskipun pasar lift sangat potensial, Indonesia adalah pasar yang sangat sensitif terhadap harga. Itu disebabkan oleh rendahnya tingkat kesadaran tentang produk-produk yang bersifat “value-driven.” Lantaran fokus para pengguna akhir dari segmen ini, terutama para pengembang, hanya berpusat pada aspek fungsional dari produk-produk lift.

Kondisi itu pun berimbas pada sulitnya pelaku pasar menawarkan produk-produk premium dan layanan yang bernilai tambah. Frost & Sullivan pun memprediksi bahwa hambatan ini akan mempengaruhi pasar lift dalam lima tahun ke depan.

Apalagi, dalam lima tahun terakhir, tekanan terhadap harga telah meningkat seiring dengan masuknya beberapa pelaku pasar baru. Perang harga yang terus berlanjut seiring dengan stagnannya pasar karena krisis keuangan global. Ini adalah strategi pelaku usaha untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Lalu para pemain pun memiliki optimisme bahwa Indonesia Building Code akan memperkuat regulasi yang berkaitan dengan askesibilitas dan pemeliharaan gedung, yang kemudian akan berujung pada peningkatan kualitas perlengkapan baik di gedung-gedung lama maupun baru.

“Para pemain diperkirakan akan meraih pendapatan yang lebih stabil dari pasar pemeliharaan dibandingkan pasar perlengkapan baru. Hal ini disebabkan oleh bergantungnya pasar pemeliharaan pada  basis lift yang telah ada, dan terus meningkat dari tahun ke tahun, tidak seperti pasar perlengkapan baru yang bergantung pada pasar konstruksi,” tandas Vidhi. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)