IDC: Belanja TIK 2013 Capai US$ 32,8 Miliar

Sudev Bangah

Tahun 2013 bakal jadi tahun transformasi bagi dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia. International Data Corporation (IDC) memprediksi sebanyak US$ 32,8 miliar akan digelontorkan di tahun tersebut. IDC merinci investasi tersebut menjadi US$ 15,8 miliar belanja teknologi informasi (TI) dan US$ 17 miliar belanja teknologi komunikasi (telko).

“Perekonomian Indonesia akan terus tumbuh dan memacu konsumsi TIK yang lebih,” papar Sudev Bangah, Head Indonesia Operations, IDC Indonesia. Kunci pertumbuhan lain adalah ketatnya kompetisi di pasar yang memaksa pemainnya menonjolkan pembeda.

Dengan semakin sesaknya pasar TIK di tahun mendatang, pada akhirnya adu cepat masuk pasar lebih kuat jadi faktor penentu. “Menjadi yang pertama di pasar jadi sangat penting saat ini,” lanjutnya.

IDC menilai tahun 2013 akan menjadi serba komputasi. Segalanya jadi semakin mudah diatur dengan TIK. Indonesia tengah membangun hal tersebut, bergeser dari ekonomi tradisional. Pergeseran ini mendongkrak belanja TIK 10,6% hingga akhir tahun 2013. “Peningkatan konsumsi TIK ini termasuk dari Anda yang memakai Blackberry, Android, smartphone, dan sebagainya.”

Meski demikian, pergerakan transformasi tidak akan sama di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut menjadikan jagat TIK Indonesia akan terbagi menjadi beberapa kelas. Jakarta tentu akan tergolong wilayah yang sangat maju, sedangkan kota kedua seperti Surakarta dan Makassar belum bisa mengikuti perkembangan TIK sepesat Jakarta. “Kepulauan selalu jadi alasan sejak lama,” ungkap Sudev pada diskusi media, Senin (17/12).

Pengeluaran non-tradisional TIK secara vertikal seperti manufaktur, ritel, dan jasa menunjukkan tanda-tanda positif dengan meningkatnya belanja TI. IDC pun mengantisipasi sektor tersebut akan menggelontorkan dana untuk belanja TIK 12% lebih banyak hingga lebih dari US$ 1 miliar. Sementara itu sektor ritel dan jasa diprediksi akan menaikkan belanja TIK antara 14% hingga 15% sampai akhir tahun 2013.

Belanja TIK ini akan memunculkan perubahan kebiasaan konsumsi terutama di kalangan vertikal. Disaster Recovery Services, Unified Communications, Cloud Computing, Mobility, dan Layanan Keamanan akan menjadi kunci perubahan kebiasaan ini. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)