Indonesia Tidak Kebal Krisis

Tahun fiskal 2012 segera berakhir, strategi 2013 pun mulai digaungkan. Hal tersebut dilakukan pula oleh Citibank. “Seleksi dan rotasi pengelolaan saham melalui pendekatan bottom-up merupakan kunci agar indeks harga saham gabungan (IHSG) dapat mencapai angka 5.000 jelang akhir tahun 2013,” ungkap Ferry Wong, Head of Indonesia Research Citi Securities Indonesia.

Ferry pun mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan low-beta economy namun tidak kebal terhadap krisis global. "Perekonomian domestik tetap solid namun pergerakan nilai tukar dapat mempengaruhi kepercayaan lantaran tingginya foreign holding," lanjutnya dalam seminar Citi Indonesia - 8th Annual Capital Market Update 2012.

Mengangkat tema “The New Frontier of the Indonesian Capital Market”, Citi menyajikan ulasan menyeluruh mengenai tren ekonomi terbaru yang terkait dengan perkembangan dan kebijakan pasar modal baik di Indonesia maupun secara regional dan global. Informasi terkini yang diberikan dalam seminar ini diharapkan dapat berguna bagi nasabah Citi dalam pengembangan strategi bisnis serta investasi mereka.

Salah satu strateginya adalah memegang tiga kunci risiko. Kunci risiko tersebut antara lain resesi global yang masih berlangsung dan krisis utang Eropa dan kinerja terbaik pasar selama tiga tahun berturut-turut.

“Fundamental ekonomi Indonesia berada dalam kondisi yang baik,” ungkap Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Otoritas Jasa Keuangan. “Hal ini ditunjukkan dari cadangan devisa negara per 31 Agustus 2012 sebesar US$108,99, nilai tukar Rupiah per 21 September Rp 9.558 per Dolar AS, dan Indeks Harga Saham Gabungan per 21 September ditutup pada level 4224,62 dengan  kapitalisasi pasar Rp 4.010 triliun.”

Dijelaskan Nurhaida,  bila melihat pada likuiditas transaksi di Bursa Efek Indonesia, terdapat kestabilan pada kisaran Rp 4 triliun dengan frekuensi transaksi sekitar 105.000 ribu kali transaksi per hari. Selain itu, peran dari pelaku dan investor asing di Indonesia juga masih cukup signifikan. Sampai dengan 21 September 2012, posisi investor asing berada pada nett buy di pasar Indonesia, yaitu sekitar Rp 15,15 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menarik bagi pemodal asing dan capital inflow ini dapat mengurangi defisit pada neraca pembayaran Indonesia.

Ekonomi Indonesia terus tumbuh dan berkembang dengan dukungan para pelaku pasar yang cukup aktif,” ungkap Citi Country Officer Indonesia, Tigor M. Siahaan. Dalam kaitan itu, Citi berkomitmen untuk terus memberikan solusi dan layanan yang mampu mengurangi biaya-biaya dari proses kinerja manual yang mungkin saat ini dijalankan oleh perusahaan untuk kemudian menggantinya dengan percepatan kinerja bisnis yang lebih efisien dan tentunya ramah lingkungan. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)