Infrastruktur Sektor Paling Aman Tahun Depan?

Kegiatan pembangunan infrastruktur yang semakin menggeliat di Tanah Air dipandang menarik oleh Bank Mandiri. Bank pun berharap bisa mengembangkan bisnisnya di sektor tersebut. Selain itu, sektor yang juga menarik bagi bank BUMN ini adalah sektor mikro."Kami melihat mulai di tahun ini ada perkembangan yang cukup baik di infrastruktur," terang Pahala N Mansury, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, di sela-sela acara Investor Summit dan Capital Market Expo, di Jakarta, Kamis (28/11/2013).
mandiriSektor infrastruktur dipandang sebagai sektor yang tumbuh dengan baik seiring dengan adanya perkembangan dalam pembebasan lahan. Maklum, hal itu kerap menjadi penghambat dalam membangun infrastruktur.

Berbagai infrastruktur sudah dan sedang dibangun. Misalnya saja pembangunan maupun pengembangan bandara. Bank Mandiri sendiri juga turut serta di dalamnya. "Tahun ini, kami sudah melakukan penandatanganan untuk proyek Angkasa Pura I beberapa waktu lalu," tambah dia. Alhasil, dengan kondisi yang ada, infrastruktur adalah salah satu sektor yang aman dan dapat dikembangkan.

Selain itu, Bank Mandiri juga bakal mengembangkan sektor mikro. Per September 2013, kredit Bank Mandiri ke segmen usaha mikro, kecil, dan menengah tercatat tumbuh 21,8 persen, menjadi Rp 61,6 triliun. Demi mengembangkan sektor UMKM, bank juga menyalurkan pembiayaan dengan skema penjaminan pemerintah, seperti Kredit Usaha Rakyat, Kredit Pengembangan Energi Nabati dan Revitalisasi Perkebunan, Kredit Ketahanan Pangan dan Energi, dan Kredit Usaha Pembibitan Sapi. Per kuartal III 2013, total penyaluran kredit dengan skema khusus mencapai Rp 16,09 triliun. "Di mikro juga kami masih berharap berkembang sampai 30 persen secara year on year tahun depan. Kebanyakan di sektor mikro itu kan perdagangan," ucap Pahala.

Ia juga menyebutkan, Bank Mandiri akan berusaha hati-hati dalam menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga. Maklum, Bank Indonesia baru-baru ini menaikkan suku bunga acuan ke level 7,5 persen. Dengan demikian, pelaku industri perbankan pun harus menyesuaikan suku bunganya sesuai dengan kenaikan BI rate tersebut.

"Jadi, kami akan lebih berhati-hati kepada sektor-sektor yang agak sensitif terhadap tingkat bunga. Dan, kedua sektor-sektor yang berbasis biaya bahan dasar menggunakan impor yang cukup tinggi," tegasnya. Dia juga menyebutkan, ada kemungkinan bank akan mengurangi pembiayaan ke kendaraan bermotor.

"Kalau akhir tahun ini, kami perkirakan pertumbuhan kredit ada di kisaran 19-20 persen. Kalau tahun 2014, pertumbuhan kredit kami proyeksikan di kisaran 17-18 persen," tandasnya. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)