Ingin Gugah Pembuat Kebijakan, Rhenald Kasali Luncurkan Buku

Perubahan kerap menimbulkan ketakutan tersendiri. Hal ini dikarenakan perubahan akan membawa siapapun yang melakukannya meninggalkan zona nyaman untuk masuk ke kawasan baru yang tidak diketahui sama sekali kepastiannya. Demikian pula jika perubahan dimasukkan dalam konteks kepemimpinan. Di Indonesia sendiri, banyak sekali pemimpin yang mengambil langkah aman demi menghibur rakyatnya untuk berada pada zona ini. Hal ini dapat diukur dari banyaknya tipe pemimpin yang cenderung membuat keputusan populis demi menyenangkan hati rakyatnya. Padahal, keputusan seperti itu hanya bersifat sesaat. Ke depannya, keputusan populis berbahaya karena sifatnya melenakan, sehingga akan berdampak buruk di akhir.

20160412_172215-640x480

Menjadi pemimpin yang enggan berada di zona nyaman menjadi salah satu langkah yang strategis guna menghasilkan perubahan. Seperti yang diketahui, berada di zona baru menyebabkan semuanya tampak tidak pasti. Ada harapan namun juga ancaman.

Hanya orang orang yang punya nyali dan mau bekerja keraslah berjuang melakukan perubahan dan keluar dari zona nyaman.

Setelah melakukan observasi di 70 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, Rhenald Kasali, Founder dari Rumah Perubahan menuliskan pemikirannya mengenai pemimpin perubahan. Tulisan ini mencakup kisah kisah mengenai kepemimpinan yang sifatnya non filito (tidak pasti) di ranah kepemimpinan Indonesia. Buku ini lebih memaparkan pengalaman mengenai betapa rumitnya mengelola perubahan.Melakukan perubahan demi mengacu ke tatanan masyarakat yang lebih baik memang memerlukan energi ekstra. Di sana harus ada perubahan tata nilai, perilaku, dan mindset. Apalagi jika diterapkan dengan karakteristik bangsa Indonesia yang masih feodal dan primordial, segala tatanan yang terkait dengan perubahan akan kembali pada pemimpin.

"Seorang pemimpin haruslah menjadi contoh. Ia harus berada di depan untuk menunjukkan jalan perubahan. Contohnya seperti ini, kalau ada pemimpin yang ribut bicara mengenai kebersihan, tetapi dia enggan untuk memungut sampah, ia akan dianggap sebagai pemimpin yang omong kosong. Hal itulah yang membuat perubahan tidak pernah terjadi," tukas Rhenald.

Meski saat ini banyak ditemuka tipikal pemimpin yang memiliki niat melakukan perubahan demi kondisi yang lebih baik, tak jarang pula dari mereka terperangkap oleh suatu keadaan yang dinamakan constrait. Constrait sendiri merupakan keadaan di mana seorang pemimpin yang memiliki keinginan untuk berubah, namun terpaku pada tantangan sehingga ia memilih untuk berdamai dengan keadaan.

Selain itu, banyaknya pemimpin yang belum mengarahkan dirinya pada inovasi menjadi salah satu penghambat mereka untuk membuat keadaan lebih baik. Untuk itulah, Rhenald menuliskan dalam bukunya bahwa strategi perubahan harus dilakukan. hal ini meliputi understanding, planning dan implementasi.

Dengan menulis buku ini, Rhenald berharap, banyak orang akan berubah dan mendukung adanya perubahan dalam rangka membangun bangsa lebih baik lagi. "Saya ingin menggugah terutama pembuat strategi untuk ciptakan hukum kondusif agar pemimpin memiliki orientasi jangka panjang. Karena saat ini banyak sekali terjadi, bahwa mereka banyak memberi kebahagiaan semu tanpa membuat suatu hal yang berarti dan sifatnya sesaat," ujar Rhenald. (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)